Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros

Foto

Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros

M Bakrie - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 12:17 WIB

Maros - Eksistensi jemaah Khilafatul Muslimin dapat ditemukan di desa terpencil perbatasan antara Kabupaten Maros dan Bone, Sulsel. Tepatnya di desa Barugae, Maros.

Organisasi Khilafatul Muslimin tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya di pelosok Maros, Sulawesi Selatan. Organisasi ini telah berdiri di sebuah desa Barugae, Mallawa, desa terpencil di perbatasan antara Kabupaten Maros dan Bone, Sulawesi Selatan, sejak 11 tahun silam.

Saat detikcom berkunjung langsung, dua orang pengikut organisasi ini, yang mengaku sebagai Mas'ul Ummah (Pemimpin Ummat) Desa Barugae dan Katib (Wakil Khalifah) mengajak kami berdiskusi tentang apa yang menjadi tujuan mereka serta sejarah pendirian organisasi itu. Mereka berdua merupakan warga asli di desa itu.

Di desa Barugae, sekitar 30an warga telah berbaiat ke organisasi yang dipimpin oleh Abdul Qadir Hasan Baraja itu. Hasan Baraja diakui oleh pengikutnya sebagai Khalifah. Di desa terdapat sebuah maktab atau kantor Khilafatul Muslimin perwakilan Mallawa. Lokasi kantor ini berada di tengah perkebunan, jauh dari permukiman warga.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, Rahmat Bustar, menuturkan organisasi Khilafatul Muslimin sudah ada sejak 2008 di wilayah Maros. Dalam laporan International Crisis Group (ICG) berjudul 'Al Qaeda in Southeast Asia: The Case of The Ngruki Networks in Indonesia', terbitan 2002, ada keterangan mengenai sosok Abdul Qadir Baraja. Baraja adalah pendiri Khilafatul Muslimin.

Pria asal Sumbawa itu diketahui pernah ditangkap aparat terkait pemboman Candi Borobudur yang terjadi para 21 Januari 1985. Sebelum ditangkap terkait bom Borobudur, Baraja juga pernah dicokok aparat tahun 1979 terkait peristiwa perampokan dan pembunuhan yang dilakukan jaringan Warman. Tiga tahun dipenjara, dia kemudian keluar dan pergi ke Telukbetung, Lampung.

Menurut Sydney Jones, Direktur Institute of Policy Analysis of Conflict (IPAC), Baraja adalah ustaz radikal yang dulu dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir. Dilansir dari situs Khilafatul Muslimin, Baraja menggagas kelompok ini pada 18 Juli 1997. Jones menerangkan Khalifatul Muslimin (KM) adalah gerakan non-kekerasan yang ingin membangun kembali khilafah, tapi dengan visi yang lebih mirip Kartosoewirjo daripada ISIS. Apakah KM terkait Jamaah Ansharut Daulah (JAD)? "Setahu saya belum ada keterkaitan, walaupun bisa saja ada mantan anggota KM yang menyeberang ke JAD. Tapi KM memang non-violent," tutur Jones.

Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros
Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros
Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros
Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros
Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros
Melacak Eksistensi Jemaah Khilafatul Muslimin di Pelosok Maros