Foto

Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata

Nyoman Hendra Wibowo/AntaraFOTO - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 15:22 WIB

Denpasar - Foto bawah laut di perairan Nusa Penida hasil jepretan penyelam Inggris Rich Horner, tiba-tiba jadi viral. Bukan karena keindahannya, tapi karena sampahnya.

Foto itu diambil dan dibagikan sekitar bulan Maret 2018. Pulau Dewata Bali pun semakin tersohor. Tapi bukan karena keindahan pemandangan bawah lautnya, melainkan kotornya perairan dan dasar laut Pulau Bali oleh pencemaran sampah, khususnya plastik. Seperti yang terlihat digambar ini juga.

Pada bulan Desember 2018, foto pesawat tanpa awak milik warga Inggris lainnya juga tak kalah viral di media sosial. Foto yang memperlihatkan seorang perempuan berbikini yang berbaring di sebuah pantai di Bali dengan sampah berserakan di sekelilingnya.

Berbagai cibiran pun muncul dari warganet. Ironis, tempat wisata yang seharusnya indah dan nyaman, dengan titelnya sebagai Pulau Dewata, justru penuh sampah. Komunitas Divers Clean Action (DCA) merilis temuan bahwa 63 persen sampah di lautan Indonesia berupa sampah plastik sekali pakai.

Sampah tersebut sulit didaur ulang karena prosesnya lama dan harga yang rendah di tingkat pengepul. Pencemaran sampah di darat pun tak kalah parahnya. Pulau Bali sendiri menghasilkan sekitar 1,6 juta ton sampah per tahun, sebanyak 20 persennya merupakan sampah plastik.

Melihat perkembangan masalah tersebut pemerintah menargetkan untuk mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada 2025 mendatang. Hal ini juga direspon serius oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Dalam peraturan tersebut produsen, distributor dan pelaku usaha dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai, styrofoam dan sedotan plastik untuk mengurangi sampah plastik dan mencegah kerusakan lingkungan.

Dalam program sosialisasinya, Pemprov Bali memberi waktu selama enam bulan bagi produsen, pemasok dan pelaku usaha untuk mengikuti Pergub tersebut sejak ditetapkan pada tanggal 21 Desember 2018.

Beragam program digulirkan dalam upaya penyelamatan lingkungan tersebut seperti pengurangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan, gerakan penggunaan botol khusus minuman (tumbler) dan mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) termasuk komunitas pemuda di Bali untuk bisa memanfaatkan sampah plastik agar dapat menjadi produk bernilai ekonomis melalui inovasi dan kreativitas.

Penggunaan botol minum yang bukan sekali pakai juga tengah digalakkan diseluruh wilayah di Indonesia. Bukan hanya di pulau Dewata.

Beginilah potret sampah yang sering kali menumpuk di pinggiran pantai sepanjang garis pantai Bali. Tak jarang juga sampah-sampah itu terkirim oleh angin laut yang menuju ke sepanjang garis pantai di Bali saat musimnya angin kencang.

Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata
Ancaman Mengerikan Sampah Plastik di Pulau Dewata