Foto

Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta

Pradita Utama - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 12:40 WIB

Jakarta - Kolong tol di Jakarta masih jadi alternatif tempat tinggal bagi sejumlah warga. Keterbatasan biaya jadi alasan mereka tinggal di kawasan tersebut.

Kolong Tol Jalan Lodan, Jakarta Utara, tak pernah sepi dengan berbagai aktivitas warga yang tinggal di kawasan tersebut, Selasa (26/11/2019).

Fenomena warga yang tinggal permukiman tak layak, seperti di kolong tol yang berada di kawasan Ibu Kota memang bukan hal baru, kondisi itu juga memiliki jalinan erat dengan faktor kemiskinan yang kerap menjadi alasan lahirnya permukiman-permukiman tak layak tersebut.

Tempat tinggal semi permanen di kolong tol itu pun memanfaatkan triplek maupun seng untuk menyekat tempat warga beristirahat dengan bagian lainnya di kolong tol tersebut.

Menurut keterangan warga mereka terpaksa tinggal di daerah tersebut karena keterbatasan biaya ekonomi.

Kondisi di kolong tol itu pun tak dapat dikatakan layak. Pasalnya, sampah nampak menumpuk dan berserakkan yang dapat menimbulkan nyamuk serta penyakit.

Warga yang tinggal di kolong tol itu kebanyakan bekerja serabutan. Tak sedikit pula dari mereka yang berasal dari luar Jakarta dan datang ke Ibu Kota untuk mencari peruntungan yang lebih baik.

Namun, persaingan yang cukup tinggi untuk mendapatkan pekerjaan maupun bertahan hidup di Jakarta tak jarang membuat sebagian dari mereka justru semakin jatuh ke jurang kemiskinan.

Tinggal di kolong tol ini pun sesungguhnya tak berizin, warga di kawasan itu mengaku telah digusur beberapa kali dan tetap akan tinggal di kawasan tersebut sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Berbagai upaya pun dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan menata kota agar terbatas dari permukiman tak layak. Di Jakarta sendiri, Pemprov DKI tengah membuat program penataan tentang permukiman kumuh di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan penataan 76 rukun warga (RW) di seluruh Jakarta pada 2020 mendatang. Tak tanggung-tanggung anggaran yang diusulkan untuk program tersebut mencapai Rp 25,572 miliar untuk penataan kampung konsep community action plan (CAP).

Program penataan permukiman kumuh tersebut diharapkan tak hanya dapat menata permukiman tersebut agar lebih layak untuk dihuni tetapi juga dapat memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga lingkungan dan memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat untuk dihuni.

Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta
Permukiman Tak Layak Masih Menjamur di Utara Jakarta