Foto

Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi

Ari Saputra - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 16:35 WIB

Jakarta - Sofyan Basir membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ia menilai kasus yang menjerat dirinya terkesan dipaksakan.

Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Sofyan Basir mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Sidang tersebut beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi terdakwa.
Mantan Direktur Utama PT PLN itu menilai kasus yang menjerat dirinya atas dugaan pembantuan dalam suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1 terkesan dipaksakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Penetapan saya selaku tersangka dalam perkara ini terkesan dipaksakan dan dicari-cari kesalahannya, hal ini juga nampak dikenakan pasal pembantuan terhadap diri saya, yakni Pasal 56 ke-2 KUHP, sesuatu yang ganjil dan tidak patut," kata Sofyan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Sofyan menegaskan ia tidak pernah mengetahui adanya fee agent yang diterima pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo dari China Huadian Engineering Company (CHEC) untuk mengurus proyek itu di PLN.
Sofyan juga tidak mengetahui adanya rencana pembagian fee agent dari Kotjo tersebut ke beberapa pihak, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.
Ia kembali menegaskan tak mengetahui adanya janji atau kesepakatan pemberian uang senilai Rp 4,75 miliar dari Kotjo ke Eni.
Pada sidang sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi
Ekspresi Sofyan Basir Saat Bacakan Pleidoi