Foto

Komnas HAM Ungkap Kerusuhan Berdarah di Wamena

Ari Saputra - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 18:38 WIB

Jakarta - Komnas HAM melakukan investigasi lapangan untuk mendalami rusuh berdarah di Wamena. hasilnya kerusuhan Wamena adalah tragedi kemanusiaan dan bukan konflik SARA.

Awalnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan kerusuhan yang terjadi di Wamena adalah keberlanjutan dari kejadian rasisal di Surabaya. Dari Surabaya, sejumlah tempat di Papua bergejolak termasuk Wamena.
Taufan menjelaskan kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu merupakan kerusuhan paling parah di Papua. Alasan dia, karena kerusuhan memakan korban jiwa 33 orang dan dampak kerusakan paling parah.
Dari informasi awal yang didapat, Taufan mengatakan memang ada 33 orang yang tewas saat kerusuhan Wamena. Taufan membantah jika yang meninggal tersebut adalah warga pendatang di Wamena. Lebih lanjut, Taufan mengatakan Komnas HAM mendapatkan dugaan fakta baru terkait jumlah korban yang meninggal. Dugaan fakta baru itu adalah jumlah korban tewas bertambah 10 orang.
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan tragedi Wamena adalah kemanusian, bukan SARA apalagi genosida. Dia pun menjabarkan 33 korban tewas awal. Beka mengatakan, dugaan informasi tambahan 10 orang yang tewas tersebut diduga karena ditembak. Dia masih menginvestigasi kebenaran informasi tersebut.
Komnas HAM Ungkap Kerusuhan Berdarah di Wamena
Komnas HAM Ungkap Kerusuhan Berdarah di Wamena
Komnas HAM Ungkap Kerusuhan Berdarah di Wamena
Komnas HAM Ungkap Kerusuhan Berdarah di Wamena