Foto

Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik

Istimewa/UNICEF - detikNews
Kamis, 17 Okt 2019 14:29 WIB

Jakarta - Kekerasan akibat konflik perang membawa pengaruh buruk terutama kesempatan pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia.

Bocah asal Afghanistan bernama Kayenat tampak duduk di ruang kelas disebuah kamp pengungsian yang didirikan UNICEF. Sekitar 60 persen anak-anak perempuan di Afghanistan tidak bersekolah. Istimewa/UNICEF/Kokic.
Ehsanullah tinggal di Zheray, sebuah distrik di provinsi selatan Kandahar, Afghanistan. Dalam ruang kelasnya di Zheray, salah satu distrik di Kandahar, terlihat sisa-sisa bekas pertempuran. Dulu, sekolah ini mampu menampung sekitar 1.300 siswa, tapi sekarang hanya sekitar 400 siswa. Istimewa/UNICEF/Kokic.
Remaja asal Ukraina berusaha 14 tahun bernama Diana sedang berdiri di garis kontak. sebuah wilayah yang membagi pemerintah dan non-pemerintah. Diana harus melapor ke pos pemeriksaan untuk sekolah. Untuk anak-anak seperti Diana yang tinggal di dekat zona konflik, ancaman tertembak peluru nyasar membayangi setiap perjalanan pulang pergi sekolah setiap hari. Tetapi itu tidak menghentikan semangat Diana untuk tetap sekolah dan cita-cintanya menjadi guru. Istimewa/UNICEF/Morris VII Photo.
Sama seperti Diana, Yura tampak berdiri di ruang kelasnya yang hancur akibat konflik empat tahun lalu di Ukraina Timur. Walaupun tidak bersekolah, Yura memiliki rencana masa depan untuk menjadi penambang batu bara. Istimewa/UNICEF/Morris VII Photo.
Selanjutnya ada Bintu yang tingaal di kota Banki di timur laut Nigeria. Konflik empat tahun lalu menghancurkan seluruh infrastruktur di Banki termasuk sekolah. Bintu mengatakan sekolah mereka dibakar dan anak-anak berlarian katakutan. Namun, setahun yang lalu Bintu mendapat kesempatan untuk kembali bersekolah. Saat kembali ke Banki pascakonflik, gedung sekolah kembali dibangun. Istimewa/UNICEF/Kokic.
Sama seperti Bintu, Hawa juga tinggal di timur laut Nigeria. Hawa meninggalkan rumahnya di Gwoza saat kota tersebut dikepung gerilyawan pada 2014 lalu. Ia kehilangan sekolah, ayah kandung dan kehilangan masa depan. Setelah kampung halamannya di ambil alih oleh militer Nigeria, harapan kembali muncul. Setelah beberapa tahun sekolah kembali dibangun dan Hawa bisa bersekolah. Cita-cita Hawa adalah menjadi guru. Istimewa/UNICEF/Kokic.
Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik
Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik
Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik
Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik
Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik
Potret Pendidikan Anak-anak di Negara Konflik