Foto

Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 11:27 WIB

Sragen - Keterbatasan kondisi fisik bukan penghalang untuk berkarya dan bermanfaat bagi orang lain. Hal itu dibuktikan oleh Joko Muryanto, difabel inspiratif asal Sragen

Joko Murtanto, seorang difabel asal Sragen, mendirikan taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena prihatin dengan banyaknya anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan usia dini karena minimnya fasilitas.

Joko mengalami kondisi medis yang disebut Arthrogryposis, membuat kedua tangannya tumbuh tidak normal dan sulit digerakkan. Tak hanya itu, kelainan juga terjadi pada kedua lututnya, yang tidak bisa ditekuk. Meski begitu, keterbatasan yang dimilikinya tak jadi penghalang untuk dirinya terus berkarya dan membantu orang lain.

Berangkat dari keprihatinannya atas kondisi anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan usia dini karena minim fasilitas pendidikan, Joko akhirnya memutuskan untuk mendirikan sendiri PAUD Yasmine, pada 3 Januari 2019.

Waktu itu, hanya ada 5 anak yang mau bersekolah di PAUD tersebut. Karena tidak memiliki gedung, kegiatan belajar mengajar digelar dengan menumpang di ruang tamu di rumah milik kakak Joko.

Kini, total siswa di PAUD dan TK Yasmine, mencapai 23 anak. Banyaknya tambahan siswa, membuat ruang tamu di rumah milik kakak Joko, tak memungkinkan lagi untuk menampungnya. Joko pun terpaksa merelakan rumah pribadinya, dijadikan gedung sekolah.

Banyak tantangan dialami Joko semenjak merintis PAUD dan TK Yasmine. Banyak masyarakat yang skeptis bahkan mencibir, karena selain menyandang disabilitas, pendidikan formal Joko hanya tamatan SMA. Namun dirinya yakin pandangan ini akan bergeser, jika dirinya mampu memberi pembuktian. Joko sendiri berharap langkah yang ditempuhnya, bisa menjadi inspirasi terutama bagi kaum difabel. Menurutnya, saat ini sudah banyak peluang bagi penyandang disabilitas.

Selain mendirikan PAUD untuk anak-anak, Joko pun piawai membuat karikatur. Tak main-main, beberapa tokoh terkenal juga sempat memesan untuk dibuatkan karikatur karya Joko. Beberapa di antaranya yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto hingga mendiang Arswendo Atmowiloto serta mendiang Bondan Winarno. Melalui usaha kaligrafi dan karikatur inilah Joko mampu menghidupi istrinya, Wahyu (28), serta kedua anaknya Kayisah (12) dan Hafidz (5).

Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen
Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen
Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen
Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen
Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen
Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen
Mengenal Joko Murtanto, Difabel Inspiratif Pendiri PAUD di Sragen