Foto

Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas

ANTARA FOTO - detikNews
Minggu, 15 Sep 2019 15:25 WIB

Jakarta - Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Meski berbahaya, masyarakat tetap berativitas. Duh!

Sepekan lebih sudah kabut asap melanda beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera. Warga tetap bersepeda menggunakan masker pelindung pernapasan saat melintas di jalan Ahmad Yani yang terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yang menyengat dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir. Foto: FOTO/Bayu Pratama S
Meski sudah dinyatakan tidak sehat, warga tetap beraktivitas seperti hari-hari biasanya. Sejumlah warga mengenakan masker saat berkendara di tengah asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Begitu juga dengan warga di Jambi. Mereka tetap beraktivitas di Sungai Kumpeh yang diselimuti kabut asap di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, sejak Rabu (11/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Aktivitas warga Pekanbaru mulai terganggu asap karhutla karena mencemari udara sehingga kualitasnya turun ke status tidak sehat. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Sejumlah daerah di Provinsi Jambi masih terus terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir dan sangat tidak sehat untuk manusia. Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Pada Kamis (12/9) lalu kabut asap di Pekanbaru semakin pekat. Pengendara nekat menembus kabut asap yang terdampak dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau. Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam sepekan  belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru menyatakan kualitas udara menurun jadi tidak sehat akibat tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sehingga semua sekolah diliburkan selama dua hari dan warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan khususnya bagi ibu hamil, bayi, anak-anak, lansia dan orang dengan risiko penyakit rentan seperti asma. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Meskipun sudah dinyatakan udaranya tak sehat, masih ada saja pedagang yang berjualan ditengah jalan sambil mengenakan masker. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Beginilah potret pekatnya udara Pekanbaru Riau akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Bahkan ada beberapa sekolah yang diliburkan akibat kabut asap. Warga pun diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan khususnya bagi ibu hamil, bayi, anak-anak, lansia dan orang dengan risiko penyakit rentan seperti asma. Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
BMKG menyatakan asap atau jerebu pada Selasa pagi menurunkan jarak pandang hingga 800 meter di Pekanbaru, dan kualitas udara turun ke status tidak sehat. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Suasana Kota Jambi yang diselimuti kabut asap di Jambi, sejak Jumat (13/9/2019). Kota Jambi dan sejumlah daerah di provinsi itu masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara upaya pemadaman masih terus dilakukan melalui udara dan darat oleh sejumlah pihak. Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Masjid Raya An-Nur tampak samar-samar ketika kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9/2019) lalu. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Pengemudi kapal cepat menyusuri Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap di Simpang, Berbak, Tanjungjabung Timur, Jambi, Sabtu (14/9/2019). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu telah mengganggu lalu lintas kapal karena membatasi jarak pandang. Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Di Padang Sumatera Barat pun ikut terimbas dari Karhutla. Warga berolahraga dengan latar Gunung Padang yang diselimuti kabut asap di Pantai Padang, Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (12/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan, Riau dan Jambi berupa kabut asap mulai melanda Kota Padang dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berdasarkan alat pengukur pencemaran udara di Kantor Gubernur Sumbar masuk kategori tidak sehat. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu telah mengganggu lalu lintas kapal karena membatasi jarak pandang. Dan tentunya sangat berbahaya bagi ibu hamil, bayi, anak-anak, lansia dan orang dengan risiko penyakit rentan seperti asma. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas
Sepekan Dikepung Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas