Foto

Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan

Akrom Hazami - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 11:08 WIB

Jawa Tengah - Musim kemarau masih melanda berbagai daerah, tak terkecuali di Grobogan, Jateng. Akibatnya, warga mencari sumber air hingga ke hutan demi kebutuhan sehari-hari.

Musim kemarau selalu menjadi persoalan khusus bagi sebagian warga Kabupaten Grobogan, Jateng, yang tinggal di kawasan pegunungan kapur. Sumur-sumur di perkampungan bahkan sungai pun mengering. Akibatnya, mereka pun harus mencari sumber air hingga ke dalam hutan.

Di antara wilayah yang menderita kekeringan adalah Desa Monggot, Kecamatan Geyer. Di desa ini, pada bulan September, mata air sumur warga sudah lama mengering. Warga harus bersusah payah menembus belantara hutan.

detikcom mendatangi di dalam hutan Alas Kepoh, Jumat (6/9/2019). Lokasinya tak jauh dari Dusun Genengsari, Desa Monggot, Geyer, Grobogan. Akses menuju lokasi berupa jalan setapak yang hanya bisa dilalui motor, sepeda dan pejalan kaki. Berliku dan naik turun. Lokasinya sekitar 500 meter dari jalan raya Solo-Purwodadi. Sumur itu di kaki sebuah bukit.

Diameter sumur sekitar 2 meter. Genangan air sumur terlihat di kedalaman sekitar 7 meter. Bibir sumur hanya berbentuk bebatuan yang ditata sedemikian rupa. Begitu juga dinding sumur yang juga berupa bebatuan yang tampak tertata.

Sumur ini ramai setiap hari selama masa musim kemarau. Terutama pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga siang. Serta saat sore hari sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari.

Menurut Indah, salah seorang warga, ia terbiasa mengambil air dari sumur tersebut di kala musim kemarau melanda kawasan tempat tinggalnya. Ia mengatakan sumur di rumahnya sudah mengering cukup lama sejak tiga-empat bulan lalu. Hampir setiap hari, Indah mengambil air di sumur di hutan. Yaitu saat pagi dan sore hari untuk kebutuhan minum, memasak dan mandi anak-anaknya.

Sudarto, warga yang lain, juga mengaku biasa ambil air di sumur tengah hutan tersebut. Setiap mengambil air, dia akan bolak-balik sebanyak 4 kali untuk memenuhi tadon air di rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyaningsih, dikonfirmasi soal data terkini jumlah desa yang mengalami kekeringan, menuturkan jumlah pastinya. "Sampai saat ini ada 105 desa dari 15 kecamatan (kekeringan)," kata Endang.

Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan
Alami Kekeringan, Warga Grobogan Mencari Air Hingga ke Hutan