Foto

Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia

Eloisa Lopez/Reuters - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 15:17 WIB

Manila - Upaya menanggulangi sampah plastik terus dicari solusinya di berbagai negara dunia. Bicara soal sampah, perkara kemiskinan pun terkait erat dengan isu tersebut.

Isu mengenai penanggulangan sampah plastik jadi salah satu pembahasan yang terus dicari solusinya oleh berbagai negara di dunia, tak terkecuali di Filipina.

Bicara mengenai sampah plastik tak bisa dilepaskan dari perkara lain yang tak kalah serius, yaitu kemiskinan.

Dilansir dari Reuters, sekitar 14 juta orang hidup di Manila, Ibu Kota Filipina. Secara keseluruhan, Filipina memiliki populasi 107 juta orang dan seperlima dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan nasional.

Kaitan antara kemiskinan dan sampah plastik pun semakin nyata terlihat dengan kenyataan, rendahnya pendapatan yang dihasilkan warga kurang mampu membuat mereka cenderung lebih banyak membeli kebutuhan hidup dalam bentuk sachet, seperti sabun mandi sachet, sabun cuci sachet, hingga bahan makanan dalam bentuk ekonomis tersebut.

Sachet tersebut memberikan akses bagi warga kurang mampu untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Di sisi lain, bagi perusahaan multinasional yang membuatnya, beragam benda sachet itu memberi banyak keuntungan dan meningkatkan penjualan dengan menargetkan konsumen yang kurang mampu untuk membeli dalam jumlah yang lebih besar.

Sachet tersebut dijual sebagian besar di negara berkembang, namun di Filipina, penggunaan beragam kebutuhan sehari-hari dalam bentuk sachet cukup mengejutkan, yaitu 163 juta keping per hari, menurut sebuah studi baru-baru ini oleh The Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA). Itu hampir 60 miliar sachet digunakan dalam setahun, atau cukup untuk mencakup 130.000 lapangan sepak bola.

Penggunaan sachet tersebut pun bukan berarti minim risiko, salah satu risiko nyata dari meningkatnya penggunaan sachet adalah meningkatnya sampah plastik yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Di daerah kumuh Manila yang tak dapat diakses oleh kendaraan pengangkut sampah, sachet dan sampah lainnya dibuang di muara atau dibuang di jalan dan berakhir dengan menyumbat saluran air.

Penggunaan sachet ini pun tanpa disadari menimbulkan persoalan baru terkait meningkatnya jumlah sampah plastik di negara tersebut. Namun, kondisi ekonomi yang tak stabil membuat warga kurang mampu di Manila, memilih untuk membeli beragam benda kebutuhan sehari-hari dalam bentuk sachet, karena harga yang tentunya jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan kemasan normal.

Persoalan mengenai sampah plastik yang mengancam lingkungan ini pun membuat Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina atau Department of Environment and Natural Resources (DENR) mengerahkan sejumlah orang yang mereka sebut 'Pejuang Mangrove' untuk membersihkan sampah plastik dan melestarikan lingkungan dari ancaman limbah plastik tersebut.

Salah seorang 'Pejuang Mangrove' Willer Gualva (68) mendatangi Pulau Freedom, hampir setiap hari untuk membersihkan sampah plastik di pulau tersebut.

Sampah-sampah plastik itu pun nampak dipenuhi dengan limbah plastik sachet yang digunakan oleh masyarakat. Tak sedikit pula sampah plastik yang terbawa arus hingga ke laut dan berisiko merusak ekosistem laut hingga tertelan oleh hewan-hewan laut.

Dilansir dari Reuters, lima hari pembersihan pantai di pulau Teluk Manila bulan lalu menghasilkan total 16.00 kg sampah, data DENR menunjukkan, sebagian besar adala sampah plastik, yang termasuk diantaranya adalah limbah sachet bekas pakai yang terbuat dari alumunium dan campuran plastik.

Ancaman sampah plastik yang dapat membahayakan kehidupan manusia bukan lagi isapan jempol belaka, beragam upaya pun dilakukan untuk dapat meminimalisir jumlah sampah plastik yang mengancam lingkungan hidup tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengurangi penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai.

Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia
Kala Kemiskinan dan Sampah Plastik Ancam Kehidupan Manusia