Foto

Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi

Reuters - detikNews
Senin, 19 Agu 2019 11:20 WIB

Hong Kong - Ribuan warga Hong Kong kembali turun ke jalan di tengah hujan lebat dan peringatan keras dari China. Mereka menuntut reformasi demokrasi dan politik.

Lebih dari 100.000 warga Hong Kong kembali turun ke jalan pada Minggu (18/8/2019) di tengah hujan lebat dan peringatan keras dari China. Aly Song/Reuters.

Demonstrasi yang telah memasuki pekan ke-10 itu awalnya bermula dari aksi protes dan penolakan RUU Ekstradisi ke China. Gelombang protes pun terus berlanjut hingga kini dengan tuntutan yang lebih luas, salah satunya adalah tuntutan reformasi demokrasi dan politik. Aly Song/Reuters.

Ribuan warga turun ke jalan dan memenuhi kawasan Victoria Park untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka. Aly Song/Reuters.

Selain di Victoria Park, massa juga berkumpul di kawasan Admiralty, Causeway Bay dan Wan Chai meskipun polisi melarang mereka menggelar pawai di tempat-tempat itu. Aly Song/Reuters.

Dilansir dari BBC News, Pemerintah China belakangan mengeluarkan pernyataan lebih keras menyusul kekacauan yang timbul di bandar udara Hong Kong pekan lalu. Apa yang terjadi di Hong Kong, yang merupakan bagian dari China, oleh otoritas Beijing disebut sebagai "tingkah laku yang mirip dengan terorisme". Tyrone Siu/Reuters.

Itulah pernyataan keras kedua dalam tempo satu pekan yang dikeluarkan oleh China dengan membandingkan aksi protes dengan kegiatan teroris. Aly Song/Reuters.

Beberapa pengamat mengatakan pengulangan kata-kata seperti itu menunjukkan bahwa China kehilangan kesabaran dengan pemrotes. Peringatan itu sekaligus diyakini sebagai sinyal bahwa semakin besar pula kemungkinan intervensi dari Beijing. Kim Hong-Ji/Reuters.

Kuasa usaha Kedutaan Besar China di London, Chen Wen pun mengatakan kepada BBC Radio 4, jika situasi di Hong Kong memburuk sampai pada titik yang tidak mampu dikendalikan oleh pemerintah Hong Kong, pemerintah pusat tidak akan tinggal diam. Tyrone Siu/Reuters.

Dilihat secara historis, Inggris menyerahkan Hong Kong kembali ke China pada 1997 berdasarkan prinsip "satu negara, dua sistem". Dengan demikian, meskipun menjadi bagian dari China, Hong Kong memiliki "otonomi luas, kecuali terkait kebijakan luar negeri dan pertahanan". Thomas Peter/Reuters.

Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi
Lagi, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan Menuntut Reformasi