Foto

Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota

Rachman Haryanto - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 15:51 WIB

Jakarta - Sepekan terakhir masalah kualitas udara Ibu Kota jadi sorotan. Berdasarkan data AirVisual, Jakarta beberapa kali menduduki indeks kualitas udara terburuk dunia.

Permasalahan kualitas udara itu tentu menjadi perhatian dan menyita perhatian banyak pihak di akhir-akhir ini. Meski tak setiap hari Jakarta didapuk sebagai kota terpolusi dunia, Data AirVisual memang selalu berubah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga pernah beranggapan bahwa sumber polusi udara di Ibu Kota Jakarta berasal dari beberapa hal ini. Salah satunya yang dituding oleh Anies adalah asap kendaraan bermotor.

Beginilah gambaran kota Jakarta yang diselimuti polusi udara sangat pekat yang tentunya sangat tidak sehat untuk manusia.

Pengambilan gambar dilakukan pada siang hari disekitar kawasan Monas Jakarta Pusat, mengingat jalan sekitar Pusat Ibu Kota penuh sesak dengan ratusan kendaraan yang lalu lalang.

Meskipun ruang terbuka hijau cukup terlihat di sekitar kawasan Monas, Polusi udara tetap tak sanggup menangkalnya. Seperti gambar yang tersaji ini.

Klaim Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Andono Warih menyebut ada dua faktor penyebab makin buruknya kualitas udara Jakarta. Pertama, faktor musim kemarau. Faktor kedua adalah kondisi di sekitar lokasi, termasuk adanya proyek pembangunan.

Pemprov DKI juga menilai salah satu penyebab lainnya adalah proyek infrastruktur yang ada, salah satunya adalah pembangunan trotoar di Jakarta.

Faktor berikutnya, karena aktivitas di sekitar lingkungan Jakarta terkait adanya proyek konstruksi. Ini mengakibatkan perubahan dari hasil pengukuran kualitas udara yang selalu berubah-ubah.

Polusi udara di Jakarta sudah mencapai level berbahaya karena mengandung senyawa Particulate Matte (PM) 2,5. Senyawa ini berukuran sangat kecil atau hanya 3 persen dari diameter rambut manusia.

PM 2,5 dihasilkan oleh polusi asap mobil, truk, bus, dan kendaraan bermotor lain, termasuk hasil pembakaran kayu, minyak, batu bara, atau akibat kebakaran hutan dan padang rumput hingga cerobong asap industri.

PM 2,5 juga berasal dari asap rokok, asap memasak (goreng atau bakar), membakar lilin atau minyak lampu, atau dari asap perapian.

Anies Baswedan juga menyalahkan kendaraan bermotor yang menyebabkan kualitas udara di Jakarta buruk. Ia menyebutkan di Jakarta ada 17 juta kendaraan bermotor yang dianggap menjadi sumber polusi udara Ibu Kota.

Senyawa itu disebut bisa mengancam kesehatan masyarakat, mulai dari infeksi saluran pernafasan, jantung, paru-paru, gangguan janin, kanker, hingga resiko kematian dini.

Anies menilai untuk mengatasi permasalah polusi udara tak bisa hanya dilakukan oleh Pemprov DKI sendiri karena polusi itu sendiri disebabkan oleh berbagai pihak. Dari Pemprov DKI sendiri, kata Anies sudah melakukan berbagai upaya seperti melakukan pengendalian kendaraan umum dengan mengganti bus konvensional TransJakarta menjadi bus listrik.

Anies Baswedan mengaku akan memperbaiki polusi udara yang buruk di Jakarta. Salah satu caranya adalah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol.

Menurut Anies, udara Jakarta masih akan buruk dalam beberapa waktu ke depan karena saat ini di Jakarta sedang mengalami musim kemarau. Salah satu sumber polusi disebut Anies adalah kendaraan yang padat di jalan tol.

Gubernur DKI itu juga menyebut kualitas udara Jakarta yang buruk karena musim panas. Bahkan dia menyebutkan musim panas saat ini berkepanjangan dan ini menjadi hal yang sama juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi anjloknya kualitas udara di Jakarta.

Pembangunan konstruksi proyek pemerintah di beberapa daerah di Jakarta membuat polusi semakin tinggi. Sebab, proyek pembangunan tersebut menghasilkan debu yang mengendap di udara.

Salah satunya adalah proyek pembangunan Trotoar di Ibu Kota. Debu bertebaran dimana-mana.

Oleh karenanya, BMKG meminta agar pemerintah serta masyarakat membantu mengurangi persoalan polusi udara di Jakarta. Pemerintah diminta untuk mengatur waktu pengerjaan konstruksi pembangunan proyek.

Salah satunya adalah proyek pelebaran Trotoar di kawasan Cikini Jakarta Pusat.

Anies juga mengatakan fokus kebijakan untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota tersebut adalah pengurangan sumber polusi dan masalah lalu lintas.

Uji coba pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap pun telah dilakukan. Kebijakan baru yang sedang digodok terus ini akan meliputi kebijakan terkait Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan kawasan ganjil genap (Gage) di tengah Kota.

Akankah polusi udara di Ibu Kota bisa berkurang? Kita lihat dan tunggu saja langkah-langkah konkret dari berbagai pihak untuk mengurangi Polusi.

Inilah salah satu gambar panoramik lansekap Jakarta yang diabadikan oleh fotografer detikcom Rachman Haryanto dengan menggunakan telepon pintar Oppo Reno 10x zoom.

Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota
Menelusuri Sumber Polusi Udara Ibu Kota