Transparency International Evaluasi Kinerja KPK

ADVERTISEMENT

Foto

Transparency International Evaluasi Kinerja KPK

Ari Saputra - detikNews
Kamis, 04 Jul 2019 16:54 WIB

Jakarta - Transparency International (TI) gelar penelitian kinerja sebagai evaluasi pada lembaga antikorupsi di dunia, termasuk KPK. KPK diminta membenahi tata kelola SDM

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain peneliti Transparency International (TI) Indonesia Alvin Nicola (kiri), Sekjen TI Indonesia Dadang Tri Sasongko (kedua kanan) dan Dewan Penasihat KPK, Budi Santoso (kanan).
Para pembicara memaparkan pandangannya dalam peluncuran hasil penelitian evaluasi kinerja KPK 2019, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Transparency International (TI) menggelar penelitian kinerja sebagai bentuk evaluasi terhadap lembaga antikorupsi di dunia, termasuk KPK. Dari hasil evaluasi ini, KPK diminta membenahi tata kelola organisasi, terutama soal sumber daya manusia (SDM).
Penelitian kinerja KPK ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan setelah 2017. Untuk penelitian kedua ini, TI menggelar penelitian pada 14 Maret hingga 12 April 2019 dengan melibatkan 22 informan dari 14 lembaga atau individu.
Ada enam dimensi yang menjadi fokus dalam penelitian ini, yaitu independensi dan status; sumber daya manusia dan anggaran; akuntabilitas dan integritas; deteksi, penyidikan, dan penuntutan; pendidikan, pencegahan dan penjangkauan; serta kerja sama dan hubungan eksternal. Keenam dimensi penilaian itu terdiri atas 50 indikator yang terbagi dalam 14 indikator bersifat internal, 16 indikator eksternal, dan 20 indikator terkait performa.
Transparency International Evaluasi Kinerja KPK
Transparency International Evaluasi Kinerja KPK
Transparency International Evaluasi Kinerja KPK
Transparency International Evaluasi Kinerja KPK
Transparency International Evaluasi Kinerja KPK


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT