Foto

Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta

Pradita Utama - detikNews
Selasa, 18 Jun 2019 12:32 WIB

Jakarta - Pemandangan di Pantai Cilincing nampak muram dengan sampah-sampah plastik berserakan. Ancaman serius dari sampah plastik semakin mendesak untuk dientaskan.

Sampah nampak berserakan di Pantai Cilincing, Jakarta, Selasa (18/6/2019). Persoalan pengolahan sampah jadi salah satu hal mendesak yang terus dicari solusinya oleh pemerintah maupun sejumlah masyarakat Indonesia.

Sampah tak hanya mengancam pantai di Jakarta, tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan impor sampah, khususnya yang berbahan plastik.

Penghentian impor sampah dari sejumlah negara luar negeri itu bukan tanpa alasan. Tak semua sampah plastik yang diimpor tersebut dapat didaur ulang.

Pada akhirnya, ancaman lebih serius mengancam kehidupan masyarakat Indonesia akibat sampah-sampah plastik tersebut. Tak sedikit sampah plastik itu yang mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3). Selain mengancam kehidupan laut, sampah-sampah yang mengandung bahan beracun dan berbahaya itu juga mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah tersebut

Walhi juga menyoroti manajemen pengelolaan sampah di Indonesia yang belum dapat dikatakan baik dan maksimal. Dalam catatannya, Walhi bahkan mengatakan hanya sekitar 40% daerah di Indonesia uang memiliki sistem pengangkutan sampah.

Ancaman serius dari sampah plastik itu membuat Walhi meminta kepada pemerintah agar dapat meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang impor yang masuk. Pemerintah perlu mewaspadai sampah plastik impor mengingat China saat ini sudah menghentikan kebijakan impor sampah. Hal inilah yang menyebabkan banyak negara mengalihkan pengiriman sampahnya, seperti ke Indonesia.

Kasus sampah impor tersebut bukan isapan jempol belaka. Kasus tersebut sebelumnya terkuat setelah pertama kali ditemukan oleh lembaga nirlaba lingkungan, Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), bersama The Party Department pada awal Mei 2019. Rinciannya, 11 kontainer berisi sampah plastik impor dikirim ke Surabaya, Jawa Timur, dan sisanya ke Batam, Kepulauan Riau.

Di Surabaya, sampah plastik tersebut diketahui diselundupkan melalui impor scrap kertas. Adapun di Batam, sampah plastik itu diselundupkan melalui impor scrap plastik.Ditjen Bea dan Cukai juga menaruh curiga pada belasan kontainer tersebut. Mereka lalu mengarahkan belasan kontainer itu ke jalur merah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa isi kontainer itu mengandung impuritas atau limbah sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengekspor balik lima kontainer sampah tersebut ke negara asalnya, yakni Amerika Serikat. Sementara itu, 11 kontainer sampah lainnya masih menunggu proses untuk dikembalikan ke negara asalnya.

Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta
Potret Muram Sampah Plastik Kepung Pantai Jakarta