Foto

Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK

Grandyos Zafna - detikNews
Jumat, 10 Mei 2019 14:32 WIB

Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP. Usai diperiksa Ganjar langsung pose tiga jari.

Begini pose tiga jari Ganjar usai diperiksa KPK, Jumat (10/5/2019) di Jakarta.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Markus Nari. Dia mengaku ditanya soal pembahasan anggaran di DPR oleh penyidik KPK.
Ganjar, yang merupakan mantan pimpinan Komisi II DPR, menyebut pembahasan anggaran dilakukan bersama mitra Komisi II, yaitu Kementerian Dalam Negeri. Saat itu, kata Ganjar, ada kebutuhan untuk pencetakan e-KTP di sekitar 100 kabupaten sehingga dibutuhkan tambahan anggaran.
Markus Nari, yang merupakan anggota DPR, ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam dua kasus terkait proyek e-KTP. Kasus pertama yang menjerat Markus adalah dugaan merintangi penyidikan; dan kedua, kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Dalam kasus dugaan merintangi penyidikan, KPK menduga Markus merintangi proses penyidikan dugaan korupsi e-KTP yang juga masih berkaitan pemberian kesaksian palsu eks anggota DPR Miryam S Haryani. Sedangkan pada kasus dugaan korupsi, Markus disangka menerima suap guna memuluskan anggaran perpanjangan proyek e-KTP pada 2013 di DPR.
Dia diduga menerima Rp 4 miliar dari eks Pejabat Kemendagri Sugiharto, yang kini telah jadi terpidana kasus e-KTP. Nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong, yang kini telah menjadi terpidana kasus korupsi e-KTP. Markus disebut menerima duit haram dari proyek e-KTP senilai USD 400 ribu. KPK juga telah menyita satu unit mobil Toyota Land Cruiser milik Markus. Penyitaan mobil itu masih terkait dengan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Markus. 
Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK
Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK
Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK
Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK
Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK
Ganjar Pose Tiga Jari Usai Diperiksa KPK