Foto

Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang

Ardian Fanani, Antara Foto/Budi Candra Setya - detikNews
Senin, 29 Apr 2019 16:30 WIB

Banyuwangi - Prajurit TNI-AL Korps Marinir melaksanakan Pendidikan Komando Marinir di Banyuwangi. Di sana para prajurit berlatih menembak hingga bertahan hidup di hutan.

Sebanyak 193 prajurit TNI-AL Korps Marinir mengikuti Pendidikan Komando di Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (29/4/2019).

Kegiatan tersebut meliputi sejumlah tahapan mulai dari berlatih menembak dan berperang hingga bertahan hidup di hutan.

Sejumlah prajurit TNI-AL Korps Marinir menembus hutan untuk melaksanakan Pendidikan Komando (Dikko) Marinir angkatan 159 di Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam pendidikan tersebut para prajurit marinir menguliti ular untuk dimakan sebagai salah satu cara bertahan hidup saat melaksanakan Pendidikan Komando (Dikko) Marinir angkatan 159 di Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur.

Materi bertahan hidup atau survival itu menjadi materi yang paling penting dalam Pendidikan Komando tersebut. Sebab para prajurit dilatih untuk mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dan peralatan yang seadanya.

Total ada 193 personel yang terdiri dari 19 taruna dan 174 dari siswa bintara Dikmaba 38 dan 37 dilatih di Daerah latihan Komando 159 Marinir, Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin (29/4/2019).

Pendidikan komando tersebut harus dijalani semua prajurit marinir. Dari mulai tahap dasar komando sampai ke tahap lintas medan yakni jalan kaki dari Banyuwangi hingga Surabaya sejauh 400 kilometer.

Pendidikan komando tersebut harus dijalani semua prajurit marinir. Dari mulai tahap dasar komando sampai ke tahap lintas medan yakni jalan kaki dari Banyuwangi hingga Surabaya sejauh 400 kilometer.

Mereka juga diberi ilmu untuk memanfaatkan tumbuhan yang ada di hutan sebagai makanan dan minuman. Sehingga mereka bisa tetap bertahan hidup di dalam hutan meski bekal makanan dan minuman sudah habis.

Pendidikan Marinir tersebut berlangsung selama 77 hari yang terdiri dari tahapan menembak serta bertahan hidup di hutan, dan diakhiri dengan kembali ke kesatuan dengan berjalan kaki dari Banyuwangi ke Surabaya.

Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang
Aksi Marinir Makan Ular Saat Latihan Perang