Foto

Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah

Grandyos Zafna - detikNews
Selasa, 09 Apr 2019 17:26 WIB

Jakarta - Polisi bekuk 8 tersangka terkait kasus perdagangan manusia. Modus para pelaku menjerat korban dengan iming-iming menjadi TKI di beberapa negara di Timur Tengah.

Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan manusia atau human trafficking yang dijadikan tenaga kerja di negara-negara Timur Tengah. Ada 1.200 orang yang jadi korban dalam kasus ini.

Petugas kepolisian berhasil membekuk 8 orang beserta sejumlah barang bukti yang turut dihadirkan dalam rilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Delapan orang yang berhasil dibekuk oleh polisi itu merupakan bagian dari empat jaringan yang terlibat dalam kejahatan ini. Yaitu jaringan yang mengirimkan TKI ilegal ke Maroko, Turki, Suriah, dan terakhir ke Arab Saudi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak memberikan keterangan mengenai kasus perdagangan manusia jaringan Timur Tengah tersebut.

Herry mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan pihaknya sepanjang Maret 2019, di mana ada laporan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang menerima pengaduan dari para korban. Herry kemudian menjelaskan masing-masing kasus dari empat laporan polisi yang ditangani.

Modus operandi kedua tersangka, lanjut Herry, adalah merekrut TKI ilegal dari Sumbawa, NTB. Setelah itu, korban dibawa ke Lombok, diterbangkan ke Jakarta. Korban lalu ditampung di Batam lalu diberangkatkan ke Malaysia lalu ke Maroko. Sindikat kedua adalah yang mengirimkan TKI ilegal ke Turki dengan tersangka bernama Erna Rachmawati dan Saleha. Keduanya telah memberangkatkan 220 orang dalam kurun waktu 2018-2019.

Jaringan ketiga adalah yang mengirim TKI secara ilegal ke daerah konflik Suriah dan Irak. Polisi menetapkan seorang tersangka bernama Muhammad Abdul Halim. Terakhir adalah sindikat TPPO ke Arab Saudi dengan tersangka dua warga Ethiopia bernama Faisal Hussein Saeed dan Abdalla Ibrahim Abdalla. Dalam menjalankan bisnis ilegalnya, kedua pria Ethiopia ini dibantu perempuan Indonesia bernama Neneng Susilawati.

Kedelapan tersangka dijerat Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 81 dan Pasal 86 huruf b UU Nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan atau Pasal 102 ayat 1 huruf B UU Nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri. Mereka pun terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah
Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Timur Tengah