Foto

Usai Penembakan di Masjid, Selandia Baru Perketat UU Senjata

Reuters - detikNews
Selasa, 19 Mar 2019 10:41 WIB

Jakarta - Kabinet pemerintahan Selandia Baru sepakat memperketat aturan mengenai kepemilikan senjata. Hal ini setelah teror penembakan di dua masjid di Christchurch.

Begini kondisi sebuah toko senjata api di Christchurch, Selandia Baru, Selasa (19/3). REUTERS/Jorge Silva.
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan bahwa kabinetnya akan menggodok revisi aturan tersebut dan bakal mengumumkan rinciannya sebelum rapat kabinet Senin pekan depan. Selandia Baru sudah pernah memperketat undang-undang kepemilikan senjata pada 1992 lalu, dua tahun setelah seorang pria yang memiliki masalah kejiwaan menembak mati 13 orang di Kota Aramoana. REUTERS/Jorge Silva.
Aturan itu membatasi akses pembelian senapan semi-otomatis. Namun, undang-undang tersebut masih dianggap lemah. Berdasarkan undang-undang tersebut, warga berusia di atas 16 tahun bisa mengajukan izin kepemilikan senjata api. Izin tersebut berlaku selama 10 tahun setelah mereka menyelesaikan ujian keselamatan dan pemeriksaan latar belakang oleh kepolisian. REUTERS/Jorge Silva.
Namun, kepolisian Selandia Baru tahun lalu menyatakan bahwa undang-undang tersebut tak mengatur registrasi sebagian besar senjata. Hingga kini, kepolisian Selandia baru bahkan tak mengetahui jumlah senjata api yang dimiliki secara legal maupun ilegal. REUTERS/Jorge Silva.
Menurut perkiraan kepolisian pada 2014 lalu, ada 1,2 juta senjata api legal yang dimiliki warga sipil. Dengan demikian, 1 dari 4 orang di Selandia Baru memiliki senjata. REUTERS/Jorge Silva.
Usai Penembakan di Masjid, Selandia Baru Perketat UU Senjata
Usai Penembakan di Masjid, Selandia Baru Perketat UU Senjata
Usai Penembakan di Masjid, Selandia Baru Perketat UU Senjata
Usai Penembakan di Masjid, Selandia Baru Perketat UU Senjata
Usai Penembakan di Masjid, Selandia Baru Perketat UU Senjata