Foto

Vonis Kotjo Terlalu Ringan, KPK Ajukan Banding

Ari Saputra - detikNews
Selasa, 18 Des 2018 19:18 WIB

Jakarta - KPK mengajukan banding atas vonis pengusaha Johanes B Kotjo di kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Alasannya, vonis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah bersama sejumlah LSM yang berkecimpung dalam isu-isu lingkungan memberi keterangan pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).
Febri menyatakan, KPK mengajukan banding atas vonis pengusaha Johanes B Kotjo di kasus dugaan suap PLTU Riau-1 yang dinilai terlalu ringan.
Kotjo divonis hukum 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis itu memang lebih rendah dibanding tuntutan jaksa. Kotjo dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.
Selain bicara soal banding vonis Kotjo, dalam kesempatan yang sama Febri juga mengatakan KPK baru saja berdiskusi dengan koalisi Bersihkan Indonesia. Dalam diskusi itu dibahas soal pencegahan korupsi di sektor sumber daya alam termasuk kasus PLTU Riau-1 yang di dalamnya terkait pengadaan batu bara.
Salah satu anggota koalisis Bersihkan Indonesia Hendrik Siregar mengatakan pihaknya selalu mengikuti persidangan Kotjo. Mereka juga berharap KPK tak berhenti menelusuri pihak lain yang diduga terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1.
Vonis Kotjo Terlalu Ringan, KPK Ajukan Banding
Vonis Kotjo Terlalu Ringan, KPK Ajukan Banding
Vonis Kotjo Terlalu Ringan, KPK Ajukan Banding
Vonis Kotjo Terlalu Ringan, KPK Ajukan Banding
Vonis Kotjo Terlalu Ringan, KPK Ajukan Banding