Foto

Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual

Istimewa - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 11:46 WIB

Jakarta - Denis Mukwege mengabdikan dirinya untuk melindungi dan merawat para korban kekerasan seksual. Dokter asal Kongo itu pun meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Denis Mukwege merupakan seorang ahli bedah ginekologi sekaligus kepala Rumah Sakit Panzi di kota Bukavu, Kongo timur. Dokter asal Kongo itu mengabdikan dirinya untuk melindungi dan merawat para korban kekerasan seksual. Istimewa/NTB Scanpix/Haakon Mosvold Larsen via Reuters.

Aksinya itu bermula saat ia kembali ke Kongo; yang dulu masih disebut Zaire pada pertengahan tahun 90-an. Pada saat itu Lemera, sebuah kota di Kongo menjadi pusat konflik yang luluh lantak pada tahun 1996. Berbagai kelompok pemberontak, serta tentara menggunakan pemerkosaan sebagai senjata perang. Istimewa/NTB Scanpix/Haakon Mosvold Larsen via Reuters.

Tergerak hati dan kemanusiaanya, Mukwege bersama sejumlah rekannya membuka Rumah Sakit Panzi, di ibukota daerah Bukavu. Di rumah sakit itu, Mukwege dan rekan-rekannya merawat dan melindungi para wanita dan remaja putri yang menjadi korban kekerasan seksual dari konflik yang terjadi di daerah-daerah sekitar Kongo. Istimewa/NTB Scanpix/Heiko Junge via Reuters.

Denis Mukwege tak hanya dikenal sebagai seorang dokter, ia juga dikenal vokal dalam memperjuangkan dan mengkampanyekan perlindungan dan penghentian pemerkosaan dan kekerasan seksual sebagai senjata perang. Istimewa/NTB Scanpix/Berit Roald via Reuters.

Mukwege pun dikenal sebagai seorang advokat yang terus memperjuangkan hak-hak wanita korban kekerasan seksual untuk mendapatkan program konseling psikologis dan bantuan hukum untuk memberikan rasa aman. Atas perjuangannya itu, Mukwege diganjar Hadiah Nobel Perdamaian, bersama seorang aktivis sekaligus penyintas kekerasan seksual bernama Nadia Murad. Istimewa/NTB Scanpix/Haakon Mosvold Larsen via Reuters.

Mukwege memandang apa yang dilakukannya itu sebagai panggilan hati. Apa yang dilakukannya itu pun terinspirasi dari sang ayah. Aksinya itu tak hanya memberinya beragam penghargaan tetapi juga beragam rangkaian percobaan pembunuhan, namun dokter asal Kongo itu tak gentar untuk memperjuangkan keadilan bagi para wanita korban kekerasan seksual. Istimewa/NTB Scanpix/Heiko Junge via Reuters.

Menurut Mukwege, wanita adalah inti dari sebuah masyarakat, terlebih dalam kehidupan masyarakat Kongo. Hal itu yang membuat Mukwege akan terus berjuang untuk para wanita korban kekerasan seksual mendapatkan keadilan dan rasa aman. Beragam organisasi internasional telah bekerjasama dengan sang dokter untuk mengentaskan kekerasan seksual dan pemerkosaan sebagai senjata perang. Istimewa/Win McNamee/Getty Images.

Atas aksinya itu, beragam penghargaan diraih Denis Mukwege, salah satunya adalah penghargaan Georgetown Institute for Women Peace and Security yang diberikan oleh mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada tahun 2014 lalu. Istimewa/Win McNamee/Getty Images.

Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual
Denis Mukwege, Dokter yang Berjuang Untuk Korban Kekerasan Seksual