Foto

Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian

Reuters - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 10:57 WIB

Jakarta - Nadia Murad dikenal usai dirinya berani berbicara pengalamannya saat menjadi budak seks ISIS. Sang penyintas kekerasan seksual itu pun meraih nobel perdamaian.

Nadia Murad dikenal usai dirinya berani berbicara pengalamannya saat menjadi budak seks ISIS. Sang penyintas kekerasan seksual itu pun meraih nobel perdamaian.

Murad ditangkap oleh milisi ISIS pada 2014 lalu, bersama wanita Yazidi lainnya, ia dipaksa menjadi budak seks. Bahkan banyak diantaranya yang diperkosa beramai-ramai setiap hari. Selain menjadi budak seks, wanita-wanita itu juga diperjual-belikan di pasar, banyak juga wanita Yazidi yang dilelang melalui layanan pesan seperti Whatsapp dan Telegram. NTB Scanpix/Heiko Junge via Reuters.

Keberanian Nadia Murad berbicara kepada dunia atas masa lalu kelamnya sebagai upaya untuk mengkampanyekan dampak dari pemerkosaan sebagai senjata perang. Sebagai seorang penyintas kekerasan seksual, Murad berkampanye untuk memastikan tak ada lagi pihak yang menggunakan pemerkosaan sebagai senjata perang di masa mendatang. Yoan Valat/Pool via Reuters.

Nasib sekitar 3.000 wanita dan remaja putri dari komunitas Murad yang ditangkap kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) itu pun hingga kini tak diketahui. NTB Scanpix/Terje Pedersen via Reuters.

Murad terus berbicara kepada masyarakat dunia di sejumlah forum internasional untuk mengkampanyekan penghentian pemerkosaan dan kekerasan seksual sebagai senjata perang. Di salah satu forum internasional, Murad berbicara di hadapan Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Yoan Valat/Pool via Reuters.

Keberanian Nadia Murad untuk berbicara sebagai seorang penyintas kekerasan seksual dan juga sebagai bagian dari sebuah komunitas Yazidi menjadi korban kekejaman ISIS membuatnya meraih Hadiah Nobel Perdamaian. NTB Scanpix/Lise Aserud via Reuters.

Saat menerima Hadiah Nobel Perdamaian, Murad mengatakan lebih dari 6.500 wanita dari komunitas Yazidi diculik, diperkosa dan diperjualbelikan. Menurut Murad, pelanggaran HAM dan kekerasan seksual itu masih terjadi, bahkan di era globalisasi seperti saat ini, di abad ke-21. NTB Scanpix/Berit Roald via Reuters.

Bersama dengan Denis Mukwege, Nadia Murad meraih Hadiah Nobel Perdamaian dalam satu upacara di Oslo, Norwegia, pada Senin (10/12/2018) waktu setempat, bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. NTB Scanpix/Haakon Mosvold Larsen via Reuters.

Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian
Mengenal Sosok Nadia Murad, Si Penyintas yang Raih Nobel Perdamaian