Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah

Foto

Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah

Istimewa - detikNews
Sabtu, 10 Nov 2018 19:00 WIB

Jakarta - Perjuangan para pahlawan saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah kisah Letkol Sroedji.

Salah satu kisah kepahlawanan di Jember adalah kisah Letkol Mochammad Sroedji. Dengan keberaniannya, pria kelahiran Bangkalan, Madura itu wafat setelah disergap tentara Belanda yang berhari-berhari memburunya.
Anak kedua dari tujuh bersaudara ini termasuk anak muda yang nekat dan beruntung. Di masanya pendidikan sulit diraih untuk rakyat biasa, namun berkat kegigihannya Sroedju berhasil lulus dari Ambacht Leergang (sekolah kejuruan) di Malang. Sempat menjadi seorang mantri, Sroedji memutuskan bergabung menjadi seorang tentara dan masuk menjadi tentara PETA angkatan pertama.
Jasa Sroedji untuk Indonesia tidaklah sembarangan. Komandan Brigade III Damarwulan Letkol Mochammad Sroedji gugur setelah terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Belanda di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jember, pada 8 Februari 1949 atau saat ia berusia 34 tahun. Namun sebelum gugur, Letkol Sroedji bersama pasukannya melakukan perlawanan sengit.
Serangan Belanda itu tak diduga sebelumnya. Namun itu tidak membuat Letkol Sroedji panik. Saat itu juga dia memerintahkan anak buahnya melakukan perlawanan. Letkol Sroedji juga tidak mau menyerah. Padahal posisinya sudah terkepung. Bahkan dia langsung memimpin dan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan perlawanan.
Meski akhirnya gugur dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Letkol Sroedji tak ingin menyerah begitu saja. Tubuh yang terus diberondong peluru tentara Belanda tak menyurutkan semangat Letkol Sroedji, bahkan ketika peluru di pistol habis, Letkol Sroedji terus merangsek dan sempat menghajar pasukan belanda dengan popor pistol.
Atas jasanya mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, sejumlah penghargaan dan tanda jasa diberikan pemerintah kepada Letkol Mochammad Sroedji. Pada tanggal 5 Oktober, Letkol Sroedji mendapat tanda jasa Pahlawan dari Presiden Soekarno. Letkol Sroedji pun juga mendapat tanda kehormatan bintang sakti dari Presiden Suharto pada 18 Maret 1975.
Kendati demikian, mantan Komandan Brigade III Damarwulan itu hingga kini belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Mengenai makam Letkol Sroedji yang hingga kini masih berada di TPU dan bukan di TMP, menurut Irma Devita, salah seorang cucu Letkol Sroedji; itu memang atas permintaan keluarga.
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah
Mengenang Jasa Letkol Sroedji yang Tak Gentar Melawan Penjajah