Foto

Melihat 'Emas Haram' dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI

Muhammad Ridho - detikNews
Selasa, 02 Okt 2018 22:25 WIB

Jakarta - Ganja menjadi komoditas orang pelosok Papua Nugini untuk diekspor ke Australia. Penggunanya menyebut tanaman itu sebagai 'New Guinea Gold'.

Meski sudah ada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw, penyelundupan ganja asal Papua Nugini masih menjadi problem. Ganja di Papua Nugini termasuk jenis yang berkualitas tinggi.
Berdasarkan buku 'Food and Agriculture in Papua New Guinea' (Australian National University) yang disunting R Michael Bourke dan Tracy Harwood, ganja adalah barang ilegal di Papua Nugini. Diperkirakan, ganja diperkenalkan ke Papua Nugini oleh anak-anak muda dari luar negeri. Mark AR Kleiman dan James E Hawdon dalam 'Encyclopedia of Drug Policy' menyebut anak-anak muda itu adalah orang Australia dan Amerika. 
Itu terjadi pada 1960-an dan 1970-an. Sejak saat itu, penggunaan ganja semakin mewabah di Papua Nugini. Bahkan ganja menjadi komoditas orang pelosok Papua Nugini untuk diekspor ke Australia. Penggunanya menyebut tanaman itu sebagai 'New Guinea Gold'. Kini ganja dari Papua Nugini masuk ke Jayapura, termasuk lewat Skouw.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf Eko Antoni Chandra Listyanto di Pos Komando Taktis Skouw, Muara Tami, Kota Jayapura, mengatakan Ganja dari Papua Nugini ini termasuk yang berkualitas tinggi. Lebih tinggi dari yang di Aceh. Ini menjadi masalah kita bersama.
Meski berkali-kali aparat Indonesia menangkapi orang-orang Papua Nugini karena mengedarkan ganja, kasus serupa terus saja berulang. Ini karena ada faktor keekonomian dari ganja yang membuat masyarakat melihat itu sebagai jalan pintas mendapat duit. 
Pihak Satgas Pamtas RI-PNG menunjukkan kepada kami ganja-ganja hasil tangkapannya. Ganja-ganja itu masuk dengan cara ilegal, termasuk lewat jalan tikus dan cara-cara pengelabuan. Bermacam-macam ukuran, bobot, dan kemasan ganja dibawa orang-orang masuk ke Indonesia. Ada yang berbentuk kecil, dikemas dalam bola-bola kertas aluminium. Ganja dalam bola-bola kecil ini adalah kemasan siap isap lewat dirokok, harga jualnya Rp 50 ribu di Indonesia. 
Total ada 26,509 kg ganja yang diamankan Satgas Pamtas sejak 25 Februari 2018. Ini akan diserahkan ke pihak kepolisian. 
Sejak 25 Februari 2018, aparat telah mengamankan 26,509 kg ganja, 596 botol miras, 303 batang kayu ilegal, 450 kg kulit kayu masohi, 9,6 kg sirip hiu, 6 kg kayu gaharu, 2 lembar kulit buaya, hingga 2 ekor buaya ilegal, dan 1 ekor burung cenderawasih. 
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI
Melihat Emas Haram dari Papua Nugini yang Gagal Beredar di RI