Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur

ADVERTISEMENT

Foto

Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur

Lamhot Aritonang - detikNews
Rabu, 05 Sep 2018 14:31 WIB

Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap sejumlah pelaku dan barang bukti terkait kasus mafia tanah. Para pelaku dan barang bukti dihadirkan dalam rilis kasus itu.

Subdit II Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap sejumlah pelaku mafia tanah, Rabu (9/5/2018).

Para pelaku menggunakan sertifikat dan akta jual beli palsu untuk menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam rilis kasus tersebut, Wakil Dirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi, tujuan dari para pelaku adalah untuk mendapatkan ganti rugi senilai Rp 340 Miliar dari total aset Rp 900 miliar.

Tanah yang digugat oleh pelaku berada di daerah Jakarta Timur. Tanah seluas 2,9 hektare milik Pemprov DKI dibeli oleh pemprov tahun 1985 dengan sertifikat kepemilikan atas nama J dan saat ini dijadikan gedung Samsat Jakarta Timur.

Polemik muncul di tahun 2004 saat ada sekelompok orang yang mengaku sebagai pemilik tanah. Para pelaku menggugat pemprov menggunakan hak milik palsu.

Tak hanya itu, para pelaku menggunakan akta jual beli palsu antara ahli waris dengan Ukar. Saat ini Pemprov DKI mengajukan banding untuk perkara tersebut.

Atas perbuatan itu, para pelaku mafia tanah ini ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 263 tentang pemalsuan surat, Pasal 264 tentang Pemalsuan Akta Otentik, Pasal 266 KUHP tentang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam sesuatu akte autentik juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur
Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur
Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur
Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur
Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur
Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur
Polda Metro Jaya Tangkap Mafia Tanah di Jakarta Timur

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT