Foto

Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah

Istimewa - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 13:53 WIB

Jakarta - Lautan dunia semakin dicemari sampah buangan manusia. Sampah tersebut mengumpul seperti daratan dengan luas bermil persegi di samudera dan lautan global.

Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati tiap tanggal 5 Juni, isu mengenai pengelolaan sampah kembali bergaung dan semakin mendasak. Sebuah laporan dari Ocean Conservancy, sebuah organisasi nirlaba di bidang konservasi laut dari Amerika Serikat menyatakan sebanyak 95% sampah terendam dibawah permukaan laut. Istimewa/Boredpanda.

Pengelolaan sampah dan limbah lainnya yang belum merata dan cenderung lemah di negara-negara berkembang tidak hanya membahayakan bagi manusia, tetapi juga mengancam kehidupan laut dan ekosistem yang ada didalamnya. Istimewa/Boredpanda.

Lahan yang semakin menipis di daratan membuat pihak-pihak tertentu membuang sampah dan limbah ini kelautan sedangkan tak terpikirkan bahwa area paling luas di bumi ini penuh dengan ekosistem yang terus berkembang layaknya manusia di daratan. Tidak jarang sampah mengganggu gerak aktivitas hewan-hewan laut ini, yang sering terjadi banyak hewan laut tersangkut diantara sampah plastik yang dibuang ke lautan. Istimewa/Boredpanda.

Ide untuk membuang sampah ke lautan didasari dari kemungkinan sampah tersebut akan larut di dalam air, sedangkan pada kenyataannya sampah-sampah tersebut tidak berkurang, melainkan akan terus bertambah sepanjang waktu. Istimewa/Boredpanda.

Proses penguraian sampah, khususnya sampah plastik membutuhkan waktu yang lama dan merupakan salah satu jenis sampah yang sulit terurai. Istimewa/Boredpanda.

Seekor anjing laut terlilit gulungan tali seperti kabel yang menjerat lehernya menjadi salah satu dampak berbahaya pembuangan sampah ke lautan. Istimewa/Boredpanda.

Sampah-sampah yang dibuang ke laut beberapa hanyut ke dalam sistem pusaran arus laut yang besar yang dikenal sebagai gyres. Setelah terjebak dalam pusara arus laut itu, plastik akan terurai menjadi mikroplastik yang mungkin sekali dapat tertelan oleh hewan-hewan laut. Istimewa/Boredpanda.

Menumpuknya sampah baik di pesisir pantai maupun di dalam lautan mengganggu rantai makanan para hewan laut. Tidak sedikit banyak hewan-hewan laut yang kesulitan mencari sumber makanan karena beberapa diantaranya terganggu ekosistemnya sehingga tidak dapat memproduksi makanan karena sampah yang semakin menumpuk. Istimewa/Boredpanda.

Sampah besar akan dimakan organisme besar seperti penyu, paus, dan dugong yang melihat sampah plastik seperti ubur-ubur. Sedangkan sampah plastik yang berukuran lebih kecil akan dimakan seperti ikan kecil dan plankton. Hal tersebut menjadi berbahaya karena sampah plastik memiliki kandungan bahan yang bersifat toksik yang dapat terserap oleh organisme. Istimewa/Boredpanda.

Salah satu kasus terbaru dari krisis sampah di lautan ini adalah ditemukannya seekor paus yang mati terdampar di sebuah pantai di Songkhla, Thailand (1/6/2018). Paus tersebut ditemukan mati dan di dalam perutnya ditemukan banyak sampah plastik. Kematian hewan-hewan laut karena sampah plastik tanpa disadari menjadi awal bagi kepunahan hewan-hewan tersebut karena rusaknya rantai makanan dan ekosistem laut yang disebabkan oleh manusia. Istimewa/Boredpanda.

Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah
Miris! Hewan Laut Terancam Punah Karena Sampah