Foto

Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar

Ari Saputra, Pool - detikNews
Kamis, 24 Mei 2018 07:39 WIB

Jakarta - Sebagai Ketua Muda MA, Artidjo berhak mendapatkan fasilitas negara setara dengan Menteri. Namun, hal itu tak diambilnya. Apa saja kesederhanaannya?

Artidjo ke mana-mana naik pesawat kelas ekonomi. Padahal, dengan jabatan setara menteri, ia bisa saja menggunakan pesawat kelas bisnis. Apalagi, putusan-putusannya telah membuat kerugian negara miliar rupiah kembali. "Saat itu saya satu pesawat dengan beliau pada 3 Maret 2018 dari Jakarta ke Surabaya menggunakan kelas ekonomi," kata Direktur Puskapsi Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono menceritakan kesaksiannya.

Artidjo juga tidak mempunyai ajudan melekat. Ke mana-mana ia pergi sendiri tanpa protokoler atau pengawal. Padahal, resiko jabatannya sangat tinggi. Dari dibunuh, disantet hingga diteror. Tampak foto Artidjo yang tanpa pengawal dengan Direktur Puskapsi Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono di sebuah bandara.

Pada awal-awal menjadi hakim agung, ia masih kerap naik bajaj ke gedung MA. "Selain itu dia sangat sederhana. Awal-awal jadi hakim agung, masih suka pakai bajaj," cerita mantan pimpinan Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh.

Meski pernah tinggal di Amerika Serikat dan mengenyam pendidikan Barat, ia masih menjunjung nilai lokal. Keseharaiannya, ia layaknya orang desa pada umumnya. "Artidjo adalah pribadi yang orisinal/otentik sesuai dengan latar belakangnya sebagai orang desa. Meskipun bergaul dengan pemikiran-pemikiran Barat dan pernah tinggal di luar negeri (Amerika Serikat), gaya hidupnya tetap tidak berubah, Pak Aritidjo tetap hidup bersahaja seperti orang desa pada umumnya," kata hakim agung Salman Luthan.

Selama 18 tahun bertugas, Artidjo mengadili 19.708 kasus atau sedikitnya memutus seribu kasus per tahunnya. Tapi dengan beban yang sangat banyak tersebut, ia tidak pernah mengeluh. "Hampir 20 ribu berkas perkara diadili beliau. Sosok beliau sangat sederhana. Memiliki integritas moral yang tinggi. Semoga beliau sehat menjalani masa purnabakti," kata Panitera Muda Pidana Khusus MA, Roki Panjaitan. 

Dalam bekerja, Artidjo tidak mengenal jam kerja. Sebagai pejabat negara, ia kerja siang malam. "Etos kerjanya luar biasa, dia bekerja keras siang malam menyelesaikan berkas perkara dengan penuh keikhlasan, tanpa pernah mengeluh atas beban kerja yang berat," kata hakim agung Salman Luthan.

Artidjo juga tidak suka protokoler penyambutan berlebihan. Bila kunjungan ke daerah, Artidjo hanya dijemput beberapa anggota panitia yang mengundangnya. Tak ada barisan hakim yang menyambutnya, atau kalungan bunga seturunnya dari pesawat. Tak ada tarian selamat datang yang lazim diberikan panitia kepada pejabat negara yang datang. Artidjo akhirnya pensiun pada Selasa (22/5) kemarin karena menginjak usia 70 tahun.

Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar
Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar
Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar
Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar
Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar
Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar
Bikin Kaget, Ini 5 Kesederhanaan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar