Foto

Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto

Getty Images - detikNews
Rabu, 16 Mei 2018 18:04 WIB

Kyoto - Aoi Matsuri merupakan salah satu dari tiga festival besar yang diselenggarakan di Kyoto, Jepang. Festival ini diadakan setiap tahun pada tanggal 15 Mei.

Aoi Matsuri dalam bahasa Jepang memiliki arti daun hollyhock (daun besar dengan warna cerah), yang biasa digunakan oleh penduduk Kyoto selama festival ini berlangsung. Carl Court/Getty Images.

Secara historis, Aoi Matsuri pertama kali diselenggarakan pada masa pemerintahan Kaisar Kinmei (539-571) sebagai bentuk terimakasih warga Kyoto kepada Dewa Kamo karena sudah menghentikan bencana dahsyat dan wabah penyakit yang menyebar di masyarakat. Carl Court/Getty Images.

Terdapat dua peran utama dalam proses ritual ini, yakni Saio-Dai dan Imperial Messenger sebagai pemimpin festival. Dibelakangnya diikuti oleh arak-arakan 2 gerobak yang ditarik 4 ekor sapi, 36 pasukan berkuda, dan sekitar 500 orang dalam kostum periode Heian dihiasi daun aoi. Carl Court/Getty Images.

Festival ini dimulai pada pukul 10.30 pagi bergerak dari gerbang selatan Kyoto Imperial Palace melintasi sungai di depan Kuil Shimogamo dan berakhir di Kuil Kamigamo. Carl Court/Getty Images.

Pada masa kekaisaran Heian, bintang utama dalam prosesi Aoi Matsuri adalah seorang wanita yang disebut Saio. Peran Saio dipercayakan kepada salah seorang putri Kaisar Saga yang diutus sebagai miko di Kuil Kamo. Namun pada saat ini, wanita yang memerankan Saio disebut Saio-dai karena dipilih dari rakyat biasa. Wanita yang terpilih sebagai Saio-dai harus belum menikah dan berasal dari kota Kyoto. Carl Court/Getty Images.

Saio-dai memakai rias wajah tebal dan gigi yang dihitamkan (Ohaguru). Jenis kimono yang dikenakan Saio disebut Junihitoe. Untuk menjaga kemurnian ritual, Saio-dai harus melakukan beberapa ritual penyucian sebelum proses dilaksanakan. Carl Court/Getty Images.

Selama proses Aoi Matsuri, Saio-dai dikelilingi oleh beberapa barisan wanita yang terdiri dari anak perempuan yang disebut Menowarawa, dan wanita yang berperan sebagai penunggang kuda, pelayan wanita yang disebut Uneme, dan pegawai istana. Carl Court/Getty Images.

Pada masa kekaisaran Kamakura (1185-1333) hinga masa Muromachi (1338-1573) Aoi Matsuri pernah dihentikan karena pada masa itu Jepang sedang mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh perang internal para Shogun. Carl Court/Getty Images.

Pada masa kekaisaran Edo setelah Kaisar memindahkan ibukota Jepang ke Tokyo (1884) Aoi Matsuri kembali dihidupkan kembali dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat menyaksikan festival tersebut. Carl Court/Getty Images.

Perayaan festival Aoi Matsuri sebagai upaya memelihara kearifan lokal masyarakat Kyoto membuat masyarakat tidak kehilangan identitas khas mereka sebagai warga Kyoto di tengah arus modernitas dan kecanggihan teknologi yang semakin memimpin Jepang menjadi salah satu negara dengan teknologi tercanggih. Carl Court/Getty Images.

Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto
Mengenal Aoi Matsuri Festival Legendaris Kebanggan Kyoto