Foto

Potret Kehidupan 'Manusia Kolong' di Utara Jakarta

Pradita Utama - detikNews
Rabu, 16 Mei 2018 07:48 WIB

Jakarta - Jakarta masih menjadi primadona menarik warga daerah untuk datang. Namun kenyataannya hanya berbekal harapan tak akan cukup untuk bisa hidup layak di Ibukota.

Fenomena 'manusia kolong' masih dapat dijumpai di pinggiran kota Jakarta. Salah satunya ada sejumlah warga yang bermukim dan tinggal dibawah kolong tol Tanjung Priok, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (15/5).

Tidak sedikit dari mereka yang tinggal di bawah kolong jembatan ini bukan merupakan warga Jakarta. Menurut Badan Pusat Statistik DKI Jakarta Per September 2017, jumlah orang miskin di DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar 3,77% (3,44 ribu orang), dari 389,69 ribu menjadi 393,13 ribu orang antara Maret ke September 2017.

Mereka datang ke Jakarta dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik dibandingkan dari daerah asalnya. Tawaran bekerja di Jakarta dengan gaji minimum yang besar menarik banyak orang mau mengadu nasib di Ibukota. Namun, kurangnya pendidikan dan pemahaman membuat tidak sedikit dari mereka tertipu dan harus hidup terlunta-lunta tanpa ada uang juga tempat tinggal.

Kolong jembatan akhirnya menjadi satu-satunya tanah tempat mereka membuat rumah tinggal sementara dan hidup juga tinggal disana hingga beranak-cucu.

Hidup bersama dengan sampah dan minim fasilitas membuat mereka terbiasa untuk tetap tinggal meskipun sebenarnya mereka tahu bahwa tanah yang mereka tinggali merupakan tanah milik negara dengan ancaman penggusuran jika pemerintah menindaklanjuti kawasan tersebut.

Tidak adanya keahlian untuk bekerja membuat 'manusia kolong' semakin tidak mendapat tempat di tengah sibuknya perekonomian Ibukota. Pekerjaan serabutan atau bahkan menjadi gelandangan dan pengemis (gepeng) tidak memberikan mereka pilihan untuk bertahan hidup. Akhirnya sulitnya kehidupan berimbas hingga ke anak dan cucu.

Tidak sedikit anak-anak yang tinggal di bawah kolong jembatan ini tidak sekolah dan memilih bekerja membantu kedua orangtua untuk dapat bertahan hidup. Tapi mereka tampak ceria selayaknya anak seusianya.

Hidup dalam himpitan ekonomi membuat segalanya menjadi sulit. Mereka tidak boleh sakit karena sudah pasti tidak ada biaya untuk berobat, terbiasa menahan lapar atau makan seadanya karena uang yang didapat oleh orang tua mereka belum tentu cukup untuk makan 1 hari.

Makanpun mereka terbiasa berdampingan dengan bau tidak sedap sampah yang berserakan. Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk tentulah membuat tempat tinggal mereka ini sarang penyakit berbahaya.

Kondisi memprihatinkan yang dirasakan oleh 'manusia kolong' dikarenakan beberapa faktor, seperti warga miskin selalu ketergantungan terhadap pemerintah.

Warga miskin Jakarta jarang memiliki kesempatan untuk membuat usaha ekonomi mikro seperti UKM dan ketidakmampuan mereka untuk menyewa tempat untuk membangun usaha ekonomi kecil. Dampaknya mereka terpaksa tinggal di pinggiran Jakarta seperti kolong tol, kolong jembatan, pinggiran rel kereta api, tanah ilegal dan di atas tumpukan sampah sekalipun. Sehingga mereka menjadi objek penggusuran bagi aparat kota Jakarta.

Beberapa 'manusia kolong' yang memiliki kemampuan lebih berinisiatif untuk membuka usaha kecil-kecilan seperti warung makan sederhana dibawah kolong jembatan.

Isu tentang kemiskinan dan 'manusia kolong' bagaikan dua sisi mata pisau. Di satu sisi, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk menanggulangi mereka dan membina agar mereka tidak lagi hidup dibawah garis kemiskinan. Namun, di sisi lain kemiskinan sulit untuk dituntaskan jika masih banyak warga daerah yang bermodal nekat datang ke Jakarta tanpa memiliki kemampuan yang kompeten.

Karena hidup di Jakarta tidak hanya berisi gemerlap ibukota tetapi juga perjuangan. Seperti apa kata pepatah, siapa yang kuat itulah yang akan bertahan. Pepatah tersebut secara sederhana dapat menjelaskan fenomena manusia kolong yang masih banyak ditemui di Utara Jakarta.

Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta
Potret Kehidupan Manusia Kolong di Utara Jakarta