Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana

Foto

Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana

Rengga Sancaya - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 11:15 WIB

Jakarta - Para sopir truk bertemu Presiden Joko widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/5/2018). Jokowi menerima aduan dari sopir truk terkait premanisme di jalan.

Presiden Joko Widodo membuka Istana untuk bertemu dengan para supir truk angkutan barang yang mengeluh dan curhat langsung soal maraknya pungli dan premanisme kepada para supir truk di jalan.
Selain menerima para sopir truk angkutan barang, Jokowi juga kedatangan tamu Agus Yuda, sopir truk yang berjalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta, untuk membahas mengenai persoalan premanisme dan pungli di jalan.
Para sopir mengeluhkan maraknya kasus pungli dari kawasan Sumatera hingga Jakarta. Ada juga sopir truk yang mengadukan soal maraknya premanisme di Sumatera.
Mereka tak nyaman dengan ulah pungli dan premanisme tersebut membuat penghasilan para sopir truk terus menurun sangat dirasakan semakin merugikan.
Jokowi tak menyangka bahwa premanisme dan pungli masih marak terjadi di jalanan. Bahkan menurut aduan para sopir truk pungli aparat juga seringkali terjadi dan meresahkan mereka.
Pertemuan dengan sopir truk juga dihadiri oleh Wakapolri Komjen Syarifuddin dan Menhub Budi Karya Sumadi. Jokowi meminta Polri dan Kemenhub menindak kasus pungli hingga premanisme di jalan.
Kehadiran Wakapolri dan Menhub ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi kedua instansi tersebut agar dapat segera menindak oknum tidak bertanggungjawab tersebut.
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana
Foto: Jokowi Dengarkan Curhat Sopir Truk di Istana


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads