Foto

Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019

Dokumentasi Detikcom - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 11:10 WIB

Jakarta - Setelah Pilpres 2014, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Bagai deja vu, ini momen deklarasi KSPI ke Prabowo

Pada Hari Buruh tahun 2014, Prabowo Subianto menghadiri peringatan May Day atau Hari Buruh yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di GBK. / Foto: Dokumentasi Detikcom

Para buruh memenuhi Gelora Bung Karno setelah long march dari beberapa titik di Jakarta. Saat itu, buruh menantang capres untuk memenuhi 10 tututan mereka mulai dari kenaikan UMP hingga perumahan murah.

Prabowo Subianto pun menyanggupi pemenuhan 10 tuntutan dari para buruh dengan hadir dalam peringatan May Day. "Beberapa perwakilan teman-teman (buruh) menemui saya. Mereka minta saya penuhi 10 tuntutan. Tuntutan ini adalah sah, adalah masuk akal. Ini hak rakyat Indonesia. Tuntutan ini adalah janji UUD Indonesia," kata Prabowo dalam orasinya di GBK, Senayan, Jakpus, Kamis (1/5/2014).

Saat berorasi di May Day 2014, Prabowo bicara blak-blakan tentang kondisi ekonomi Indonesia. "Kita kerja rodi, kita adalah kacung untuk bangsa lain. Maaf Prabowo bicara seperti ini," ujarnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku sudah mengundang para capres untuk memenuhi 10 tuntutan yang diajukan oleh para buruh. Namun hanya capres Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mau memenuhi dan hadir pada peringatan May Day. "10 Tuntutan itu mau tidak ditandatangani? Kalau capres mana pun mau menandatangani 10 tuntutan itu, maka kita akan mendukungnya. Bukan karena elektabilitasnya yang tinggi dari lembaga survei. Prabowo adalah satu-satunya," kata Iqbal saat itu.

Bagaikan deja vu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali menyatakan dukungan ke Prabowo Subianto sebagai capres 2019. Prabowo menghadiri deklarasi yang berlangsung di Istora Senayan pada Selasa (1/5/2018) / Foto: Lamhot Aritonang

Kehadiran Prabowo sontak disambut riuh dan tepukan ribuan massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang sudah memenuhi Istora Senayan. Prabowo kemudian berdiri di tribun. Dia sempat menyalami beberapa peserta aksi. Begini suasana di dalam Istora Senayan (Foto: Lamhot Aritonang)

Prabowo meneken 10 tuntutan yang dibuat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Prabowo menyatakan, apabila terpilih menjadi presiden pada 2019, ia menjalankan program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Termasuk bagi kelompok buruh. / Foto: Lamhot Aritonang

Dalam momen ini, KSPI resmi mendukung Prabowo sebagai capres 2019. "Hanya Prabowo Subianto yang mau menandatangani kontrak politik dengan kaum buruh," kata Presiden KSPI Said Iqbal di Istora Senayan   (Foto: Lamhot Aritonang)

Dukungan KSPI ke Prabowo untuk Pilpres 2019 yang mengulang kondisi sama pada 2014 lalu diungkit Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. "Bagi saya, dukungan Said Iqbal sungguh tidak ada yang luar biasa. Said Iqbal kan memang afiliasi politiknya ke Prabowo. Dalam Pilpres 2014, Said Iqbal dan KSPI dukung Prabowo dan kalah," kata Ace (Foto: Lamhot Aritonang)

Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019
Deja Vu Dukungan KSPI ke Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019