Foto

Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu

Rachman Haryanto - detikNews
Senin, 19 Feb 2018 08:15 WIB

Jakarta - Tak sedikit dari penyandang disabilitasbermimpi untuk bisa berjalan seperti orang normal pada umumnya. Bermodal kaki palsu, harapan itu pun kembali muncul.

Meski tak memilik kondisi tubuh yang lengkap, penyandang disabilitas juga berhak mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama layaknya manusia biasa. Seperti yang terjadi kepada para mantan penderita kusta (Leprosy) di kampung Kusta Sitanala Tangerang. Mereka kini hidup bersama penuh dengan semangat dan punya harapan baru dengan kaki palsu. 

Ditengah kondisi dan keterbatasan akibat amputasi di bagian kaki mereka, salah satu NGO Dare Foundation memberikan perhatian kepada para mantan penderita Kusta di kampung Sitanala, Tangerang. 

Mereka diberikan kaki palsu secara cuma-cuma. Pembuatan kaki palsu yang diberikan juga sudah bersertifikasi internasional dari ISPO (International Society of Prosthetics and Orthotics).

Semua proses pembuatan tentunya dengan standar dan bahan yang aman dan nyaman bagi para penggunanya. Mulai dari Penilaian/Persetujuan kepada pasien/calon pengguna kaki palsu, Pengukuran, Pencetakan, Pembetulan/Perapihan kaki, Pembuatan desain yang sesuai ukuran, hingga akhirnya dipasang dan dicoba sampai pelatihan penggunaanya.

Produksi kaki palsu di Dare Foundation biasanya mencapai 8 unit/bulannya untuk kegiatan sosial. Sementara untuk yang komersil, bisa mencapai 2 unit/bulannya. Sementara untuk produksi Orthosis/alat bantu ortopedi lainnya bisa mencapai 30-50 unit perbulannya. Seperti yang dipakai Ibu Rohmah (65th) Pemulung yang menderita kusta sejak usia 30 tahun dan tak diterima lagi di lingkungan dan keluarganya.

Biaya untuk pembuatan Kaki Palsu yang komersil bisa mencapai diangka Rp 25 Juta/unit. Bahkan ada yang pernah mencapai angka ratusan juta rupiah. Sementara, untuk kegiatan sosial, semua diberikan secara cuma-cuma. Seperti yang diberikan kepada 25 warga Sitanala ini selama kurang lebih 4 tahun terakhir.

Dengan bantuan kaki palsu, para penyandang disabilitas sudah bisa mulai beraktifitas lagi seperti biasa. Seperti Ibu Kholifah (48th) pekerja buruh pabrik menderita kusta sejak remaja usia 17 tahun. Kini ia bersyukur bisa beraktifitas dan dipekerjakan kembali di pabrik. 

Atau bisa dilihat dari semangatnya Pak Wahyudi (37th) yang berprofesi sebagai Tukang Becak ini. Ia terkena kusta sejak Remaja dan diamputasi sejak usia 30 tahun. Meskipun harus kehilangan satu kakinya, ia tetap bersemangat menjalani hidup dengan satu kaki palsunya.

Selain penderita kusta, ada juga pengguna kaki palsu akibat kecelakaan, seperti Pak Nimin (57th). Ia mengalami kecelakaan pada tahun 2015 dan harus rela kehilangan satu kakinya. Kini harapan baru semakin terbuka dan terang dengan adanya kaki palsu. Mereka semua bisa kembali beraktivitas layaknya manusia pada umumnya.

Selama kurang lebih dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pak Nimin terus semangat dan memiliki keinginan kuat berlatih jalan agar bisa seperti sedia kala. Maka tak heran bila kini ia sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit dengan kaki palsunya.

Seorang anak Celebral Palsy saat sedang diukur dan dicetak kaki palsunya agar bisa berlatih jalan. Beginilah tahapan awal pengukuran untuk pembuatan kaki palsu. Dicetak dengan bahan semen putih atau gypsum. 

Disalah satu gerainya Dare Foundation di Bekasi, Pak Nimin menunggu untuk terus proses belajar berjalan. Meskipun tak lagi muda, Ia terus semangat belajar berjalan dengan bantuan kaki palsunya.

Usai pemasangan, proses pengoperasian dan belajar berjalan pun harus terus dilakukan dan dibimbing dengan ahlinya agar lebih aman dan nyaman.

Semangat dan kegigihan para penyandang disabilitas yang berkaki palsu ini patut diacungkan jempol. Pasalnya, dengan segala keterbatasan dan stigma yang ada, mereka tetap mau berusaha guna mencapai cita-citanya. Yakni bisa kembali beraktifitas selayaknya orang normal lainnya.

Mari Hapus stigma dan hilangkan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dan mantan pengidap kusta. Dengan kaki palsu ini, setidaknya ada harapan baru yang muncul sebagai penyemangat mereka untuk bisa menjalani hidup yang lebih baik lagi.  

Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu
Harapan Baru untuk Si Pengguna Kaki Palsu