Foto

BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex

Grandyos Zafna - detikNews
Senin, 05 Feb 2018 13:49 WIB

Jakarta - BPOM mencabut izin edar dua produk suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex. Hal itu dilakukan karena 2 produk itu mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi.

Kepala Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito melakukan jumpa pers terkait perkembangan kasus pelanggaran produk Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi di Jakarta, Senin (5/6/2018).
Hasil pemeriksaan sampel dua produk suplemen makanan positif itu mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi.
Dalam konferensi pers di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Senin (5/2/2018), Ketua BPOM Penny K. Lukito menyampaikan bahwa sebenarnya sudah dilakukan tindakan sejak November 2017. Sebelumnya, sudah dilakukan penarikan kedua produk tersebut pada nomor bets tertentu yang teridentikasi. Namun dalam prosesnya kembali ditemukan kandungan yang sama sehingga dilakukan penarikan izin edar pada semua produk.
Dijelaskan juga dalam kasus temuan DNA babi dalam Viostin DS dan Enzyplex terindikasi adanya ketidakkonsistenan informasi data pre-market dengan hasil pengawasan post market. Pada awal pendaftaran izin edar produk, kedua produk tersebut mengaku menggunakan bahan baku bersumber sapi.
BPOM pun bekerja sama dengan balai di seluruh Indonesia untuk memantau peredaran hingga ke pelosok untuk memastikan telah dilakukan penarikan secara total. Balai pun berhak melakukan pengamanan ketika ditemukan produk tersebut di daerah-daerah.
Penny menegaskan dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia, jika masih ada yang menemukan produk Viostin DS dan Enzyplex dari peredaran agar segera melaporkan kepada BPOM.
BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex
BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex
BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex
BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex
BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex
BPOM Cabut Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex