ADVERTISEMENT

Foto

Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212

Kanavino Ahmad Rizqo, Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 30 Jan 2018 07:45 WIB

Jakarta - Presidium Alumni 212 tak mengakui keberadaan Persaudaraan Alumni 212. Mereka pun mengibaratkan sistem persaudaraan itu seperti parpol.

Aktivis-aktivis yang menamakan dirinya Alumni 212 sepertinya terpecah. Setelah Sabtu (27/1) lalu ada jumpa pers soal pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212, kini ada yang membantah.

Bantahan datang dari Ustaz Hasri Harahap dkk. Ustaz Hasri membantah adanya pergantian nama menjadi Persaudaraan Alumni 212.

"Presidium Alumni 212 (PA212) tidak pernah memutuskan adanya perubahan nama serta telah menetapkan Habib Umar al-Hamid sebagai Ketua PA212 dan Ustad H Hasri Harahap sebagai Sekjen dan Aminuddin sebagai juru bicara untuk terus menjalankan amanah perjuangan gerakan Bela Islam secara istiqomah, berakhlak, dan bermartabat," demikian pernyataan Presidium 212 yang dibacakan Aminuddin di Sekretariat PA212, Jl Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018).

Presidium Alumni 212 menjelaskan perbedaannya dengan Persaudaraan Alumni 212 ada di sistem manajemen. Mereka pun menyebut Persaudaraan Alumni 212 seperti parpol.

"Mungkin cara manajemen saja. Kalau kita (Presidium Alumni 212) kolektif-kolegial. Kalau mereka (Persaudaraan Alumni 212) mungkin sistem seperti halnya partai politik dan sebagainya. Kita tidak tahu. Saya kira lebih bagusnya kalian tanya. Sistem seperti apa," kata juru bicara Presidium Alumni 212 Aminuddin di sekretariat PA 212, Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jaksel, Senin (29/1/2018).

Meski begitu, jubir Presidium Alumni 212 Aminuddin membantah isu pecah di antara aktivis dan alumni 212. Aminuddin menganggap setiap alumni mempunyai jalan masing-masing namun tetap pada satu tujuan. "Kita satu tujuan, banyak jalan menuju Mekah lah, bukan banyak jalan menuju Roma...," kata Aminuddin.

Presidium Alumni 212 pun mengeluarkan pernyataan sikap, di antaranya tak mengakui Persaudaraan Alumni 212, dalam pernyataan tersebut juga membantah soal rencana kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi. Keputusan ini disebut sebagai tindak lanjut hasil rapat Pendiri Presidium Alumni 212 pada tanggal 22 Januari di Jakarta dan rapat evaluasi Presidium Alumni 212 tanggal 28 Januari. (Foto: Kanavino/detikcom)

Sementara itu, Sabtu (27/1) lalu, Persaudaraan Alumni 212 mengumumkan kepengurusan di bawah Slamet Maarif. Pengumuman itu digelar di di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Sejumlah elite masuk ke pengurusan yakni Dewan Pembina Tunggal Habib Rizieq Syihab. Ketua Penasihat Amien Rais.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif tak mengomentari lebih lanjut soal bantahan pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212. Ia kemudian menunjukkan dua buah kopi SK.

SK pertama bernomor 004/MUNAS212/I/2018 tentang Pergantian Nama. Di dalam SK tersebut ditetapkan soal pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212. Sementara di SK kedua bernomor 005/MUNAS212/I/2018 tentang Personalia Persaudaraan Alumni 212. Ada tiga hal yang diputuskan terkait susunan Pimpinan DPP Persaudaraan Alumni 212. (Foto: Dok. Istimewa)

Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212
Foto: Presidium Alumni 212 Tak Akui Persaudaraan Alumni 212

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT