Foto

Foto: Cicak 'Ahok', Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik

Pool - detikNews
Senin, 29 Jan 2018 18:53 WIB

Jakarta - Beberapa spesies baru di Indonesia punya nama baru yang unik, mulai dari cicak yang terinspirasi Ahok hingga burung dari nama Iriana. Ini foto-fotonya:

Bermula dari kunjungan singkat dari dua peneliti LIPI, yaitu Amir Hamidy dan Irvan Sidik bersama kolega mereka ke Desa Burong Mandi di Belitung Timur pada Maret tahun lalu, keduanya menjumpai cicak dan lincah di onggokan batu granit. Cicak batu tersebut langsung menarik perhatian kedua peneliti herpetofauna tersebut dan sekembalinya ke LIPI, mereka berdiskusi dengan Awal Riyanto, peneliti LIPI lainnya yang lebih berkonsentrasi pada taksonomi family Gekkoniadae (kelompok cicak). Alhasil, mereka berkesimpulan bahwa cicak batu tersebut merupakan spesies baru. (Foto: Awal Riyanto via BBC)

Oleh para peneliti, cicak baru tersebut diberi nama Cnemaspis purnamai. Nama tersebut didedikasikan sebagai penghargaan kepada tokoh nasional kelahiran Belitung Timur, yaitu Basuki Tjahja Purnama yang pernah memimpin Belitung Timur dan memimpin Jakarta.  (Foto: Awal Riyanto via BBC)

Pada akhir Desember lalu, Presiden Joko Widodo memberi izin penggunaan nama ibu negara untuk nama burung yang baru saja ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama burung ini adalah Myzomela irianawidodoae  (Foto: dok KLHK)

Awal bulan November lalu, peneliti mengumumkan penemuan spesies baru orangutan di Sumatra Utara, yaitu Orangutan Tapanuli dengan nama ilmiah Pongo tapanuliensis (Foto: BBC)
Pongo tapanuliensis atau orangutan tapanuli dinobatkan sebagai spesies orangutan ketiga setelah Pongo pygmaeus (orangutan kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan sumatera). Berbeda dengan saudaranya yang dinamai dengan nama ilmiah dari bahasa latin, nama ilmiah spesies orangutan baru ini berasal dari wilayah habitatnya di perbukitan Batang Toru, Tapanuli.  (Foto: Courtesy Andrew Walmsley/Handout via REUTERS)
Di belantara Aceh dengan ketinggian 1500-1600 meter dpl ditemukan satu spesies baru anggrek kantung, Paphiopedilum bungebelangi.  Nama Paphiopedilum bungebelangi dipilih oleh Destario, diambil dari bahasa Gayo di Aceh Tengah: kata "bunge" berarti bunga dan "belangi" yang artinya cantik atau indah. (Foto: LIPI via BBC)
Pada Agustus tahun lalu, bersama peneliti Universitas Indonesia (UI) Jatna Supriatna, dia mempublikasikan spesies baru dari kelompok anggrek hantu (holomikotropik) dengan nama Gastrodia bambu. (Foto: LIPI via BBC)
Nama spesies berasal dari kata Bahasa Indonesia "bambu" merujuk pada habitatnya yang spesifik di sekitar rumpun-rumpun bambu.  (Foto: LIPI via BBC)
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik
Foto: Cicak Ahok, Burung Iriana, dan Spesies Baru Bernama Unik