ADVERTISEMENT

Foto

Jatuhnya Setya Novanto dari 'Pohon Beringin'

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 27 Des 2017 15:01 WIB

Jakarta - Setya Novanto akhirnya tumbang dari kepengurusan Golkar. Namun Novanto berjuang hingga titik terakhir mempertahankan kursi ketun di partai pohon beringin itu.

Gejolak Partai Golkar untuk ganti pimpinan sudah dimulai sejak Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Namun Novanto masih memiliki banyak 'penggawa' untuk membungkam gejolak itu. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom).

Golkar melalui rapat pleno DPP sempat mengeluarkan rekomendasi agar Setya Novanto nonaktif sebagai Ketum Golkar pada akhir September 2017. Rekomendasi itu dikirimkan kepada Novanto yang saat itu dirawat di RS Premiere Jatinegara, ketika KPK menetapkannya sebagai tersangka. (Foto: Kanavvino/detikcom).

Belum sempat rekomendasi itu dilaksanakan, Setya Novanto memenangkan praperadilan atas KPK. Status tersangkanya gugur. Keluar dari rumah sakit, Novanto langsung memecat sejumlah kader Golkar yang berbicara keras saat dia berada di RS, salah satunya Yorrys Raweyai. Foto: Yorrys Raweyai. (Lamhot Aritonang/detikcom).

KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka pada akhir Oktober 2017. Lalu pada Rabu (15/11), KPK sempat mendatangi rumah Novanto untuk menahannya, namun eks Ketua DPR itu tak ditemukan. (Foto: KPK saat di rumah Novanto/Grandyos Zafna).

Setya Novanto sempat 'menghilang' saat hendak ditahan KPK. Golkar kian bergejolak, senior partai yang juga wapres, Jusuf Kalla (JK) sampai buka suara atas keadaan tersebut. Bahkan DPD I Golkar ketika itu langsung melakukan konsolidasi. Foto: Wapres Jusuf Kalla di penutupan munaslub Golkar (Andhika-detikcom)

Saat akhirnya ditemukan, Setya Novanto diketahui mengalami kecelakaan. Saat akhirnya diizinkan pulang dari rumah sakit, Minggu (19/11) tengah malam, Novanto langsung ditahan di rutan KPK. Foto: (Grandyos Zafna/detikcom)

Golkar langsung menggelar rapat pleno menyikapi penahanan Novanto, Selasa (21/11). Meski banyak yang sudah ingin Novanto untuk dipecat dari posisi ketum, namun masih ada sejumlah loyalisnya yang memberi pembelaan. (Foto: Kanavvino/detikcom).

Dari balik jeruji, Setya Novanto masih bermanuver. Kepada para peserta pleno, dia mengirimkan surat tidak mau dicopot sebagai ketum. (Foto: dok. Istimewa).

Dalam suratnya, Setya Novanto menunjuk Idrus Marham sebagai Plt Ketum. Dia juga menunjuk Aziz Syamsuddin dan Yahya Zaini sebagai Plt Sekjen. Foto: Idrus Marham. (Andhika Prasetia/detikcom).

Pleno partai Golkar akhirnya mengakomodasi Idrus sebagai Plt Ketum, namun tidak dengan Aziz Syamsuddin dan Yahya Zaini. Golkar memutuskan menunggu praperadilan Novanto untuk menentukan langkah selanjutnya. Foto: Azis Syamsuddin. (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom).

Namun rupanya keinginan agar ketum Golkar diganti sudah tak terbendung. DPD I Golkar bulat meminta agar dilangsungkan Munaslub guna mencari pengganti Novanto. Nama Airlangga Hartarto menjadi caketum terkuat. Foto: DPD I Golkar di rumah Airlangga. (Dok. Istimewa)

DPD I Golkar bahkan mendatangi Presiden Joko Widodo dan Wapres JK untuk meminta izin agar Airlangga diperkenankan maju sebagai caketum. Ini karena status Airlangga yang merupakan Menteri Perindustrian. Foto: Dedi Mulyadi dan Airlangga saat menemui JK. (Opik/detikcom)

DPP pun akhirnya bersedia mengakomodir keinginan DPD Provinsi Golkar untuk munaslub. Hal tersebut terjadi setelah ada pertemuan antara DPP dan DPD I pada Rabu (6/12). Foto: Pertemuan DPD I dan DPP Golkar. (Grandyos Zafna/detikcom).

Selain untuk posisi Ketum Golkar, Setya Novanto masih berupaya 'mengamankan' kursi ketua DPR dengan menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya. Namun DPR hanya mengabulkan pengunduran diri Novanto. Foto: DPR setujui pengunduran diri Novanto. (Lamhot Aritonang/detikcom).

Golkar kembali menggelar rapat pleno setelah Setya Novanto resmi menjadi terdakwa kasus e-KTP, Rabu (13/12). Pada rapat ini disepakati penonaktifan Novanto sebagai ketum Golkar. Foto: (Haris Fadhil-detikcom)

Rapat pleno Golkar juga menyepakati Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar terpilih. Pleno juga memutuskan penyelenggaraan munaslub digelar untuk mengukuhkan Airlangga sebagai Ketum Golkar. Foto: Airlangga Hartarto. (Ari Saputra/detikcom).

Sejumlah nama lain sempat muncul sebagai caketum Golkar, seperti Priyo Budi Santoso dan Titiek Soeharto. Namun kekuatan dukungan Airlangga menyurutkan niat dua caketum itu. Foto: Titiek Soeharto. ( Andhika Prasetia/detikcom).

Sehari sebelum munaslub, Golkar menggelar Rapimnas di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/12). Munaslub digelar dua hari pada 19-20 Desember 2017 di lokasi yang sama. Foto: Rapimnas Golkar. (Andhika Prasetia/detikcom).

Munaslub Golkar dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (19/11). Saat memberi sambutan, Jokowi sempat menyebut grup-grup yang di Golkar. Jokowi juga sempat mengaku was-was dengan kondisi Golkar yang memanas. Foto: Presiden Jokowi di Munaslub Golkar. (Ari Saputra/detikcom).

Airlangga Hartarto resmi dikukuhkan sebagai Ketum Golkar dalam forum munaslub. Sebagai formatur tunggal, Airlangga diminta untuk melakukan revitalisasi dalam kepengurusan Golkar. (Foto: Andika-detikcom).

Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin
Jatuhnya Setya Novanto dari Pohon Beringin

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT