Foto

Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 07 Nov 2017 13:19 WIB

Banyumas -

MK memutuskan Penghayat Kepercayaan masuk dalam kolom agama di KTP. Mereka sudah ada jauh sebelum agama tiba di Nusantara.

Kaum Adat Bonokeling merupakan masyarakat adat Jawa kuno yang saat ini masih bertahan di tengah arus modernisasi. Salah satu adat kebudayaan kaum Bonokeling adalah unggah unggahan di mana ribuan anak putu Bonokeling seperti wanita berbalut kemben dan selendang putih putih yang melingkari pundaknya dan pria yang menggunakan iket (kain di kepala) serta kain melakukan ritual mendoakan para leluhur dan membersihkan batin mereka saat menjelang bulan Ramadhan di komplek makam Bonokeling.
Sosok Bonokeling konon adalah tokoh spiritual dari Kadipaten Pasir Luhur (sekarang wilayah Karanglewas, Banyumas). Wilayah ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Padjadjaran. Kedatangan Bonokeling ke Pakuncen dalam rangka pembukaan wilayah pertanian. 
Nuansa agraris menjadi ciri utama tradisi Bonokeling. Tradisi unggah-unggahan awalnya diadakan menjelang musim panen padi. Acara berlangsung lima hari, mulai dari penyambutan tamu, berdoa bersama, ziarah, selamatan, dan pengiringan tamu pulang. 
Saat Islam masuk pada abad ke-16, prosesi ini disamakan dengan ritual sadran, tradisi menengok dan membersihkan makam leluhur sebelum bulan puasa. Dalam prosesi ini, para peziarah adalah pengikut Bonokeling dari beberapa desa di Kabupaten Cilacap. 
 
Mereka berjalan tanpa alas kaki dari rumah masing-masing sejauh 30 kilometer-40 kilometer sambil membawa hasil bumi yang akan dimakan bersama seusai ziarah kubur. Ritual jalan kaki atau laku mlampah ini dimaknai sebagai olah rasa, prihatin sebelum memanjatkan doa esok harinya.
Hal lain yang unik dalam tradisi Bonokeling, mereka hanya mengucapkan syahadat, puasa, dan zakat. Namun, mereka tidak mempertentangkan tata cara Islam yang sebenarnya. Mereka lebih memandang, beribadah bukan terletak pada cara menjalankannya, melainkan tujuannya, yakni Yang Maha Hakiki.
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka mengharamkan mo limo, yaitu madat, maling (mencuri), madon (main perempuan), mabuk, dan main (judi). Mereka dianjurkan senantiasa menggali pengetahuan untuk hidup di akhirat. Mengamalkan pepatah Jawa kuno urip kui mung mampir ngombe yang mengandung makna bahwa hidup itu hanya sesaat, yang abadi adalah hidup akhirat.
Kini MK memutuskan Bonokeling bisa masuk kolom agama dengan identitas Penghayat Kepercayaan. Hal itu juga berlaku bagi Penghayat Kepercayaan lain dengan beragam nama yang ada di seluruh Indonesia.
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling
Bisa Masuk Kolom Agama di KTP, Ini Foto-foto Ritual Adat Bonokeling