Foto

Menjaga Mata Air dengan Tradisi

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 22 Sep 2017 09:55 WIB

Jakarta - Rangkaian Festival Gunung Slamet digelar di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalungga. Salah satunya adalah pengambilan air dengan sebilah lodong.

Lantunan dzikir 'hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir' terus mengumandang di sekitar Tuk Sikopyah, mata air di lereng timur Gunung Slamet, Jawa Tengah.
Seusai memanjatkan syukur, 777 orang berpakaian adat Jawa maju satu persatu untuk mengambil air dengan sebilah lodong (tempat air dari bambu).
Tradisi budaya sebagai ungkapan syukur pada Sang Pencipta diawali dengan prosesi pengambilan air dari Tuk Sikopyah merupakan satu rangkaian kegiatan Festival Gunung Slamet yang diselenggarakan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalungga.
777 Orang dengan pakaian adat berkumpul di halaman masjid Dusun Kaliurip, Serang. Kaum perempuan mengenakan baju kebaya dan kain serta menggunakan caping, sedangkan kaum pria memakai busana serba hitam dengan ikat kepala.
Gema salawat dan tabuhan rebana mengiringi mereka berjalan menaiki bukit menyusuri jalan setapak, melintasi perkebunan dan hutan sejauh 2 kilometer menuju Tuk Sikopyah di ketinggian 1.250 Mdpl. Sesampainya di mata air tersebut mereka berbaris dan membentuk kelompok pria dan wanita sambil terus melantunkan salawat Nabi.
Usai prosesi selamatan selesai, satu persatu dari mereka membawa lodong, bumbung bambu sepanjang 2 meter dengan ujung dibuat agak runcing untuk wadah penampung air dibawa turun menuju Balai Desa Serang untuk disimpan dan kembali dikeluarkan pada hari ketiga untuk diruwat dan air itu akan dibagikan kepada petani guna disiramkan ke lahan mereka.
Tradisi ini selalu dilaksanakan selama bulan suro yang awalnya merupakan sedekah bumi. Namun sekarang dikemas dalam sebuah hajatan Festival Gunung Slamet dan dibuat lebih besar untuk mendatangkan wisatawan.
Menjaga Mata Air dengan Tradisi
Menjaga Mata Air dengan Tradisi
Menjaga Mata Air dengan Tradisi
Menjaga Mata Air dengan Tradisi
Menjaga Mata Air dengan Tradisi
Menjaga Mata Air dengan Tradisi
Menjaga Mata Air dengan Tradisi