Foto

Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M

Grandyos Zafna - detikNews
Jumat, 25 Agu 2017 05:54 WIB

Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antonius Tonny Budiono akhirnya keluar gedung KPK mengenakan rompi oranye.

Setelah menjalani pemeriksaan usai tertangkap tangan, Antonius Tonny Budiono lansung digiring menuju hotel prodeo (ruang tahanan) oleh KPK.

Ia pun mengakui menerima gratifikasi yang jumlahnya sangat fantastis!. Hadiah itu disebutnya sebagai terima kasih atas tindakannya mencegah mafia di instansinya. 

Tonny pun membantah adanya dugaan aliran duit ke pihak lain di lembaganya. Ia memastikan duit yang diterima tidak ada kaitan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.  

Sebelumnya KPK juga telah mengamankan duit bukti kasus suap terhadap Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono yang jumlahnya Rp 20,7 miliar.

Antonius Tonny Budiono merupakan penerima penghargaan Satyalancana pada tahun 2000 dan 2010 atas pengabdiannya. Ini merupakan tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Tonny ditangkap KPK pada Rabu (23/8) kemarin. Dia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Detail duit yang disita yaitu, uang tunai Rp 18,9 miliar dan sisa duit lainnya yakni Rp 1,174 miliar berada dalam ATM yang disiapkan untuk membayar 'setoran' ke Dirjen Hubla.

Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M
Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M
Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M
Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M
Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M
Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M
Ini Dirjen Hubla Kemenhub yang Terciduk OTT KPK Rp 20,7 M