RSBI Tak Sesuai dengan Sumpah Pemuda

Foto

RSBI Tak Sesuai dengan Sumpah Pemuda

Ari Saputra - detikNews
Selasa, 15 Mei 2012 15:17 WIB

Jakarta - Sesepuh pendidikan nasional yang sempat menjabat menteri pendidikan diawal Orde Baru, Daud Jusuf memberi keterangan sebagai ahli di sidang pro kontra sekolah berstandar internasional di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (15/5/2012). Menurutnya, sekolah berembel-embel label internasional harus dihentikan secepatnya karena tidak sesuai Sumpah Pemuda dan bertentangan dengan konstitusi.

Daoed Jusuf menilai, sekolah berembel-embel internasional yang dalam beberapa mata pelajaran menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar resmi dianggap mengingkari sumpah pemuda. Dalam Sumpah Pemuda, kata Daoed, menyebutkan satu bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia.
Daoed Jusuf juga nyata-nyata meminta pemerintah segera menghentilan proyek sekolah berembel-embel internasional. Kontroversi SBI/RSBI digugat orangtua murid dan berbagai LSM karena dianggap membuat diskriminasi sosial. Konstitusi mengamanatkan pendidikan harus bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
Sidang kali ini merupakan sidang terakhir untuk mendengar saksi-saksi. Sidang diikuti 9 hakim konstitusi dan dipimpin ketua MK, Mahfud MD.
RSBI Tak Sesuai dengan Sumpah Pemuda
RSBI Tak Sesuai dengan Sumpah Pemuda
RSBI Tak Sesuai dengan Sumpah Pemuda


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads