Sejumlah pemimpin dunia mengucapkan selamat kepada Presiden Brasil Luiz Incio Lula da Silva setelah ia memenangkan pemilihan presiden dengan 51,8% suara, mengalahkan pesaingnya, Flvio Bolsonaro, yang memperoleh 48,2%. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertanyakan hasil pemilu tersebut dan menyiratkan adanya kecurangan tanpa memberikan bukti.
Kemenangan pada Minggu (25/10) itu membawa Lula kembali memimpin Brasil untuk masa jabatan keempat. Ucapan selamat datang dari para pemimpin Amerika Latin, Eropa, dan negara-negara anggota BRICS. Sementara itu, Bolsonaro menolak mengakui kekalahan dan meminta hasil pemilihan dibatalkan, menurut laporan Associated Press (AP).
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyambut hasil pemilu dengan menyatakan, "Hidup demokrasi, rakyat Brasil telah menang. Selamat, Presiden Lula!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Spanyol Pedro Snchez menyebut kemenangan tersebut sebagai perkembangan penting bagi gerakan progresif global. "Kemenangan besar bagi Lula! Apa yang terjadi di Brasil akan terjadi di Spanyol. Kebangkitan kembali progresivisme global baru saja dimulai," tulis Snchez.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kesediaan untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Brasil. Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, "Demokrasi dan multilateralisme telah menang di Brasil."
Ucapan selamat juga datang dari para pemimpin BRICS, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Mereka menyatakan keinginan untuk melanjutkan kerja sama dengan Brasil dalam hubungan bilateral dan forum internasional.
Di Amerika Latin, sejumlah pemimpin konservatif juga mengakui kemenangan Lula dan menekankan pentingnya kerja sama regional. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, yang mengakui perbedaan ideologi dengan Lula, mengatakan, "Brasil dan Kolombia saling membutuhkan."
Ia menyoroti kerja sama dalam pemberantasan narkoterorisme, pertambangan ilegal, dan perlindungan Amazon. Presiden Chile Jose Antonio Kast juga menyatakan kedua negara akan melanjutkan kerja sama dalam integrasi ekonomi dan pemberantasan kejahatan terorganisasi.
Trump pertanyakan hasil pemilu Brasil
Trump belum mengakui hasil pemilu Brasil hingga Senin (26/10) sore. Berbicara kepada wartawan sebelum terbang ke Mississippi, ia mempertanyakan proses penghitungan suara tanpa memberikan bukti bahwa pemilihan telah dicurangi.
"Pemilu harus tidak menyisakan keraguan, dan menurut saya ini terlihat sangat buruk," kata Trump. Ia menambahkan, "Saya pikir cara penghitungan suaranya terlihat sangat buruk."
Meski demikian, Trump mengatakan dirinya tidak secara resmi mendukung salah satu kandidat dan menyampaikan pandangan positif mengenai Lula. "Saya menyukai Lula. Saya berhubungan sangat baik dengannya," ujarnya.
Pemerintahan Presiden Argentina Javier Milei juga belum secara terbuka mengakui kemenangan Lula hingga Senin sore. Selama kampanye, Milei secara terbuka mendukung Bolsonaro dan menyebut Lula sebagai "pencuri korup".
Hubungan Brasil-AS jadi sorotan
Kemenangan Lula terjadi setelah tujuh kemenangan berturut-turut kandidat konservatif dalam pemilihan presiden di Amerika Latin selama 18 bulan terakhir. Hasil tersebut juga mempertahankan Brasil sebagai kekuatan regional yang tidak sepenuhnya sejalan dengan agenda pemerintahan Trump.
Pemerintah AS berkepentingan memperkuat kerja sama keamanan di kawasan, termasuk dalam pemberantasan kartel narkoba. Washington juga menginginkan akses terhadap mineral kritis Brasil untuk mengurangi ketergantungan industri pertahanannya pada China.
Brasil memiliki cadangan tanah jarang terbesar kedua yang diketahui di dunia. Pemerintahan Lula, sementara itu, berupaya mempertahankan kendali atas sumber daya tersebut dan kebebasan menentukan mitra dagangnya.
Meski terdapat perbedaan politik, kedua pemerintahan memiliki kepentingan untuk mempertahankan kerja sama. Lula menginginkan investasi asing dan keringanan tarif bagi eksportir Brasil, sedangkan Washington berupaya memperluas hubungan ekonomi dan keamanan dengan negara tersebut.
Kemenangan Lula kini menjadi perkembangan penting dalam hubungan Brasil dengan negara-negara lain, sementara pertanyaan Trump mengenai hasil pemilu dan penolakan Bolsonaro untuk mengakui kekalahan menjadi sorotan setelah pemungutan suara.
Editor: Rizki Nugraha
Tonton juga video "Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi Amerika: Eropa Akan Senang"
(nvc/nvc)
