Jerman terus memberikan "dukungan penuh" kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy setelah dirinya mendapat kritik dari pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul pada hari Minggu (11/10). Demikian dikutip dari AFP.
"Eropa membutuhkan stabilitas, dan itu berarti kami akan terus berdiri di pihak Ukraina dan pemerintahnya dengan sangat tegas," ujar Wadephul di Berlin. Ia menyerukan agar tekanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin ditingkatkan guna mendorongnya memasuki perundingan.
Sementara itu dikutip dari kantor berita dpa, Menteri Pendidikan Jerman Karin Prien mengkritik keras Presiden AS Donald Trump setelah seruannya untuk pergantian presiden di Ukraina, dan setelah ia mencapai kesepakatan untuk membeli solar Rusia. "Hanya untuk beberapa liter solar. Sungguh kebangkrutan moral," tulis Prien di platform X pada Sabtu (10/10) malam, mengomentari pernyataan Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebeluimnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai pihak yang menyebabkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina gagal tercapai, bukan Presiden Rusia Vladimir Putin. "Entah karena alasan apa, Zelenskyy tidak ingin membuat kesepakatan," kata Trump kepada para wartawan.
Trump merujuk pada percakapan telepon yang dilakukannya dengan Putin pada hari Jumat (09/10). Trump meyakinkan bahwa Presiden Rusia tersebut "ingin sekali melihat tercapainya suatu kesepakatan, dan hal itu mendesak untuk dilakukan".
Pada saat yang bersamaan, Trump mengkritik Zelenskyy karena sejak perang pecah pada awal tahun 2022, ia tidak menyelenggarakan pemilihan presiden. "Menurut saya, ia seharusnya menyelenggarakan pemilihan presiden, dan ia sebenarnya sudah bisa menyelesaikan persoalan ini berkali-kali sebelumnya."
Perselisihan mengenai kesepakatan Trump dengan Moskow
Presiden Amerika Serikat, yang tengah menghadapi tekanan akibat tingginya harga bahan bakar, telah mencapai kesepakatan dengan Moskow mengenai pasokan bahan bakar solar pada hari Jumat, (09/10). meskipun sanksi terhadap Rusia masih berlaku. Trump mengumumkan bahwa Rusia akan memasok ratusan ribu ton bahan bakar.
Belakangan ini, Trump berulang kali mengecam serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia.
Setelah Zelenskyy melontarkan kritik keras terhadap kesepakatan tersebut, Trump menuntut agar Zelenskyy digantikan. "Sudah waktunya bagi Ukraina untuk mendapatkan presiden baru" yang bersedia mengakhiri perang dengan Rusia, kata Trump.
Sebagai tanggapan terhadap kesepakatan bahan bakar diesel tersebut, Jerman, Uni Eropa, dan Inggris menegaskan bahwa mereka akan tetap mempertahankan sanksi terhadap Rusia. Melalui sanksi tersebut, mereka ingin memutus sumber pendanaan Rusia yang digunakan untuk melanjutkan serangan-serangannya terhadap Ukraina.
Zelenskyy 'layak mendapatkan dukungan'
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, menolak seruan Trump agar terjadi pergantian kekuasaan di Kyiv. Ia menulis di platform daring X bahwa Zelenskyy mendapatkan dukungan dari rakyat Ukraina dan bahwa rakyat Ukraina memiliki hak untuk menentukan pilihan mereka sendiri.
"Pernyataan-pernyataan dari luar negeri hanya menegaskan bahwa ia (Zelenskyy) menjalankan tugasnya dengan baik. Ia layak mendapatkan dukungan," tulis Sybiha.
"Jika Trump mendesak Zelenskyy untuk mengundurkan diri, ia secara tegas menempatkan dirinya di pihak sang pembunuh," kata Ketua Komite Pertahanan di Parlemen Eropa, Marie-Agnes Strack-Zimmermann.
"Yang berhak menentukan kepemimpinan Ukraina hanyalah rakyat Ukraina sendiri melalui pemilihan umum yang bebas, bukan Gedung Putih, dan terlebih lagi bukan Kremlin," ujar politikus Jerman tersebut kepada surat kabar Tagesspiegel yang berbasis di Berlin.
Strack-Zimmermann lebih lanjut menyatakan bahwa melalui serangan-serangan terbarunya terhadap sekutu dan lembaga-lembaga demokrasi, Trump melemahkan negara-negara Barat dan merusak demokrasi. Menurutnya, banyak warga Amerika Serikat juga berpandangan demikian.
"Oleh karena itu, Eropa harus tetap berpegang teguh pada arah kebijakannya yang jelas dan terus mendukung Ukraina. Untuk saat ini, Amerika Serikat bukanlah pihak yang dapat diandalkan," lanjut Strack-Zimmermann.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid










































