Polisi Tangkap Demonstran yang Tuntut Kepala KPU India Mundur

Polisi Tangkap Demonstran yang Tuntut Kepala KPU India Mundur

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 07 Okt 2026 17:24 WIB
Aksi yang dipimpin Rahul Gandhi menuntut pengunduran diri kepala Election Commision of India (ECI) atas tuduhan adanya revisi daftar pemilih yang dilakukan demi menguntungkan pemerintahan Modi (Sanchit Khanna/Hindustan Times/Sipa USA/picture allianc
Aksi yang dipimpin Rahul Gandhi menuntut pengunduran diri kepala Election Commision of India (ECI) atas tuduhan adanya revisi daftar pemilih yang dilakukan demi menguntungkan pemerintahan Modi (Sanchit Khanna/Hindustan Times/Sipa USA/picture allianc
New Delhi -

Polisi India membubarkan aksi duduk yang dilakukan kelompok oposisi pemerintah pada Selasa (06/10) di New Delhi, India. Polisi juga sempat menahan tokoh oposisi, salah satunya pemimpin Partai Kongres, Rahul Gandhi, beserta sejumlah anggota parlemen lainnya.

Aksi tersebut menuntut pengunduran diri kepala Komisi Pemilihan Umum India atau Election Commision of India (ECI) atas tuduhan adanya revisi daftar pemilih yang dilakukan demi menguntungkan pemerintahan saat ini.

Awalnya puluhan anggota parlemen oposisi yang dipimpin Gandhi bergerak menuju kantor pusat Komisi Pemilihan Umum India sebelum memulai aksi duduk di sekitar lokasi. Aksi itu berakhir pada sore hari ketika polisi bergerak membubarkan kerumunan dan mengamankan beberapa peserta aksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partai-partai yang menentang pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, bersama anggota gerakan Partai Kecoa atau Cockroach Janta Party (CJP), menggelar protes terhadap Kepala Komisioner Pemilu Gyanesh Kumar. Protes tersebut dipicu oleh laporan surat kabar Indian Express bulan lalu yang mengungkap adanya perbedaan pendapat di dalam ECI terkait pembaruan daftar pemilih.

Kantor berita Reuters menyebut sekitar 130 juta orang tidak tercantum dalam daftar sementara awal dalam proses verifikasi yang kini telah mencakup sebagian besar India. Angka ini bukan berarti 130 juta orang kehilangan hak pilih secara permanen. Mereka masih dapat mengajukan keberatan atau meminta dimasukkan kembali.

ADVERTISEMENT

Laporan mengenai pembaruan daftar pemilih dan prosedur pendaftaran pemilih tersebut memicu kekhawatiran mengenai netralitas komisi pemilihan yang dipimpin oleh pejabat yang ditunjuk pemerintah Modi.

Demonstrasi ini menjadi tantangan politik bagi Modi di pertengahan masa jabatan ketiganya. Aksi ini juga berlangsung hanya beberapa bulan setelah gelombang protes serupa memaksa menteri pendidikan India mengundurkan diri akibat skandal kebocoran soal ujian.

Polisi amankan peserta aksi

Partai Kongres dan kelompok oposisi lainnya menilai revisi daftar pemilih tersebut menguntungkan Modi dan partainya, Bharatiya Janata Party (BJP). Kepala ECI, Gyanesh Kumar belum memberikan komentar terkait isu tersebut. Namun, baik ECI dan BJP telah membantah tuduhan yang dilontarkan oposisi tersebut.

Juru bicara BJP, Sudhanshu Trivedi, mengatakan bahwa para anggota parlemen dari Partai Kongres menyesatkan masyarakat dengan tuduhan tidak berdasar terhadap komisi pemilihan.

Polisi setempat menyatakan bahwa Gandhi beserta saudara perempuannya, Priyanka Vadra yang juga anggota parlemen, serta sejumlah peserta lain ditahan sesuai ketentuan hukum demi menjaga ketertiban dan keselamatan publik. Saat ini Partai Kongres telah menyatakan bahwa mereka sudah dibebaskan.

Sebelumnya, Gandhi mengatakan bahwa para komisioner pemilu harus bersedia menemui mereka. "Kami hanya ingin menemui para komisioner pemilu, mengajukan pertanyaan kepada mereka dan mengatakan bahwa kalian telah mencuri suara rakyat,: kata Gandhi.

Presiden Partai Kongres, Mallikarjun Kharge juga mengatakan bahwa ECI telah menjadi boneka di tangan pemerintahan Modi. Ia menambahkan, "Kami akan berjuang untuk menyelamatkan demokrasi kami."

Gandhi bersama sejumlah anggota Partai Kongres lainnya duduk di atas kasur yang dibentangkan di area kantor penyiaran negara yang berlokasi tepat di sebelah kantor ECI.

"Kami akan duduk di sini selama diperlukan," ujar Gandhi sebelum polisi melakukan penahanan.

Perwakilan ECI kemudian menyatakan bahwa mereka menerima permintaan pertemuan dari para anggota parlemen pada Selasa (06/10) malam. Namun, lokasi yang diajukan kelompok oposisi dinilai tidak sesuai dengan prosedur resmi ECI. Mereka juga menyebut para anggota parlemen yang melakukan protes menolak tawaran agar surat tuntutan mereka diterima oleh salah satu pejabat ECI.

Rangkaian aksi sebelumnya

Aksi protes dan penahanan tersebut terjadi setelah rangkaian demonstrasi yang hampir berlangsung setiap hari. Demonstrasi itu diikuti organisasi mahasiswa, partai-partai politik, dan gerakan Partai Kecoa sejak pekan lalu.

Dalam aksi yang bergerak melintasi pusat kota New Delhi, para anggota parlemen membawa poster, mengibarkan bendera nasional India, serta meneriakkan slogan-slogan yang menentang Kumar sebagai pimpinan ECI. Para peserta aksi sebelumnya berjalan dari kompleks parlemen menuju kantor pusat ECI.

Sebagian peserta membawa poster yang menyebut Kumar sebagai pengkhianat dan menuduh BJP merampas hak rakyat untuk memilih. Mereka juga melakukan aksi duduk di jalan raya di depan kantor komisi pemilihan sambil menuntut pertemuan langsung dengan Kumar.

Gandhi, Vadra, dan sejumlah pemimpin lainnya sempat berdiri di atas barikade polisi sambil mengibarkan bendera nasional dan menyerukan agar Kumar mengundurkan diri. Ratusan personel keamanan, sebagian mengenakan perlengkapan anti-huru-hara dan membawa tongkat, mencegah Gandhi dan anggota parlemen lainnya memasuki kantor ECI.

Berdasarkan laporan dari Reuters yang belum terverifikasi, Gandhi mengatakan sekitar 300 anggota parlemen ikut serta dalam aksi tersebut.

Editor: Rizki Nugraha

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini