Intelijen Jerman Peringatkan Risiko Konflik Bersenjata dengan Rusia

Intelijen Jerman Peringatkan Risiko Konflik Bersenjata dengan Rusia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 06 Okt 2026 18:09 WIB
Kepala Badan Intelejen Jerman mengatakan, bagaimanapun tidea ada bahaya akan adanya perang yang dilancarkan Rusia terhadap NATO (Michael Kappeler/dpa/picture alliance)
Kepala Badan Intelejen Jerman mengatakan, bagaimanapun tidea ada bahaya akan adanya perang yang dilancarkan Rusia terhadap NATO (Michael Kappeler/dpa/picture alliance)
Berlin -

Kepala Badan Intelijen Jerman BND memperingatkan bahaya konflik bersenjata dengan Rusia. "Tidak ada negara lain" yang saat ini menimbulkan ancaman konkret seperti Rusia, kata Kepala Badan Intelijen Jerman Martin Jger, pada hari Senin (05/10) di hadapan Komite Pengawasan Parlemen Jerman Bundestag, PKGr, yakni badan yang bertanggung jawab untuk mengawasi kerja badan-badan intelijen Jerman.

"Konfrontasi yang kita hadapi dengan Rusia telah sampai pada dimensi baru yang lebih berbahaya: Jerman berisiko terseret ke dalam konflik bersenjata dengan Rusia," kata Jger. Upaya serangan di Bandara Halle Leipzig pada awal Agustus hanyalah salah satu contohnya, ditambahkannya

Dinas intelijen Rusia bertindak "dengan tingkat profesionalisme dan kekejaman yang tinggi," Jger memperingatkan. "Bahaya serangan terhadap target di Jerman tetap nyata dan ada. Kita harus menghadapinya." Rusia sedang melancarkan "perang bayangan melawan kita," kata Jger. Jerman tidak dalam keadaan siap dan tetap diserang. Ini tidak dapat ditanggulangi dengan cara militer konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Intelijen Jerman: Rusia tengah menguji NATO

Namun, Jger tidak melihat bahaya nyata dari perang yang akan segera dilancarkan oleh Rusia terhadap NATO, karena saat ini "tidak ada indikasi" ke arah itu. Rusia saat ini sangat sibuk dengan perang di Ukraina. Namun, ia menganggap masuk akal bahwa akan ada "tindakan Rusia yang terarah dan berintensitas rendah terhadap negara-negara anggota NATO tertentu," misalnya di negara-negara Baltik. Tujuan utama Kremlin adalah untuk "menguji NATO" dan mengamati bagaimana reaksi masing-masing negara.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri kini telah melewati titik di mana ia dapat menghentikan serangan terhadap Ukraina "tanpa membahayakan basis kekuasaannya di dalam negeri," kata Jger. "Ia harus menunjukkan keberhasilan di Ukraina." Hal ini menempatkannya di bawah tekanan. Dari perspektif Kremlin, Jerman telah menjadi "musuh utama," kata presiden BND, terutama karena dukungannya yang luas terhadap Ukraina.

ADVERTISEMENT

Jger menyampaikan pernyataannya pada sidang dengar pendapat publik tahunan bersama dua kepala badan intelijen federal lainnya di Bundestag. Biasanya, para kepala intelijen hanya berbicara dalam sesi yang sangat rahasia di depan komite pengawasan. Namun, sesi tanya jawab ini berlangsung secara terbuka sekali setahun.

Editor: Yuniman Farid

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini