Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dipastikan telah bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi pada Minggu (27/09). Kedua pemerintah baru mengonfirmasi pertemuan itu pada Senin (28/09) malam.
"Kedua pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara-cara untuk memperkuat dan mengembangkannya," demikian pernyataan pemerintah UEA.
Kantor perdana menteri di Tel Aviv bernada serupa, dan menegaskan kunjungan Netanyahu "berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan tantangan regional."
Lawatan rahasia itu berlangsung beberapa pekan setelah laporan mengejutkan dari media Israel yang menyebut Presiden UEA sempat memperingatkan Netanyahu soal ancaman serangan Hamas sebelum serangan mematikan terhadap Israel itu terjadi pada 7 Oktober 2023. Netanyahu diduga tidak meneruskan peringatan itu kepada dinas-dinas keamanan Israel.
Stasiun televisi Israel Channel 12 pada Senin (28/09) melaporkan bahwa tujuan kunjungan Netanyahu adalah meminta Sheikh Mohamed menyangkal pernah memberi peringatan tersebut.
Kantor Netanyahu membantah bahwa perdana menteri mengajukan permintaan semacam itu. Bantahan serupa juga disampaikan terhadap laporan awal mengenai peringatan dari UEA..
Badan keamanan Israel mengajukan pengaduan terhadap Channel 12
Sebelum kunjungan Netanyahu dikonfirmasi, badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, pada Senin (28/09) mengajukan pengaduan terhadap Channel 12. Media itu dituduh melanggar aturan sensor karena memberitakan kunjungan tersebut sebelum Netanyahu kembali ke Israel.
"Malam ini, Shin Bet mengajukan pengaduan kepada Kepala Sensor Militer dan menuntut agar Channel 12 diproses seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku, menyusul pelanggaran serius terhadap aturan sensor," demikian pernyataan kantor Netanyahu.
Pernyataan itu menyebut laporan Channel 12 dipublikasikan saat pesawat perdana menteri masih berada di luar wilayah udara Israel, karena itu "membahayakan nyawa perdana menteri dan istrinya, serta delegasi yang mencakup kepala badan intelijen Mossad dan pejabat tinggi keamanan lainnya."
Hubungan diplomatik Israel dan UEA
Keputusan Sheikh Mohamed menjamu Netanyahu merupakan perkembangan penting, terutama karena pemimpin Israel itu dipandang banyak pihak di Timur Tengah sebagai pendorong utama perang di Gaza. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina, banyak di antaranya warga sipil.
Pertemuan ini juga menjadi kali pertama UEA secara resmi mengakui pertemuan antara kedua pemimpin, setelah sebelumnya membantah laporan tentang kunjungan Netanyahu ke negara itu pada bulan Mei.
UEA adalah salah satu dari sedikit negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Hubungan itu dibuka setelah UEA menandatangani Perjanjian Abraham pada masa pemerintahan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tahun 2020.
UEA mengecam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 sebagai "eskalasi serius dan berat", serta menyatakan "terkejut" atas laporan bahwa warga Israel disandera.
Namun, hubungan kedua negara menjadi tegang akibat perang Israel di Gaza. UEA mengecam "pelanggaran Israel yang terus berlangsung" di wilayah Palestina.
Meski begitu, Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke UEA, bersama personel untuk mengoperasikannya, selama perang melawan Iran. Saat itu, negara Teluk tersebut menghadapi serangan balasan dari Teheran.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Alfi Milano Anadri
Editor: Melisa Lolindu
Simak Video 'UEA Akui Pertemuan MBZ & Netanyahu, Bahas Hal Ini!':
(nvc/nvc)