×
Ad

Paus Leo Kecam Kekerasan Seksual dalam Kunjungan ke Prancis

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 28 Sep 2026 16:53 WIB
Paus Leo menyerukan kerendahan hati dan penghormatan terhadap kehidupan saat berpidato di hadapan umat di Lourdes (Stephane Mahe/REUTERS)
Paris -

Sekitar 150.000 orang menghadiri misa yang dipimpin Paus Leo di Lourdes, salah satu tempat ziarah Katolik, pada hari ketiga dalam kunjungan empat harinya ke Prancis.

Lourdes, yang terletak dekat perbatasan Prancis-Spanyol, diyakini umat Katolik sebagai tempat untuk berdoa memohon kesembuhan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak korban kekerasan seksual juga datang ke sana untuk memulihkan diri dari trauma yang mereka alami.

Pada Minggu, Leo menyerukan agar kehidupan manusia tetap dihormati, termasuk kehidupan orang yang sakit dan berada dalam kondisi lemah. Pernyataan itu dipandang sebagai kritik tersirat terhadap eutanasia dan aborsi.

"Tongkat penyangga, kursi roda, dan air mata yang kalian sembunyikan bukanlah hambatan. Justru dengan segala kondisi itulah kalian sepenuhnya dihormati dan diterima," kata Leo. "Lourdes diberkati sebagai tempat untuk menyatakan indah dan sucinya kehidupan, karena di sini kehidupan diterima sebagai anugerah berharga dari Tuhan."

Paus kemudian juga mengatakan bahwa tindakan mengakhiri nyawa seseorang tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

"Sesuatu yang legal belum tentu bermoral," tambahnya. Pernyataan itu diduga merujuk pada undang-undang Prancis tentang eutanasia dan bunuh diri dengan bantuan orang lain, yang mulai berlaku bulan lalu.

"Kita harus menolak godaan untuk mengakhiri nyawa dengan mengatasnamakan belas kasih yang semu," kata Paus Leo yang berusia 71 tahun.

Ratusan ribu anak menjadi korban kekerasan seksual di Prancis

Pemimpin Gereja Katolik itu dijadwalkan bertemu dengan tujuh orang dewasa penyintas kekerasan seksual pada Minggu (27/09). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Vatikan selama puluhan tahun untuk menghadapi skandal kekerasan seksual di lingkungan Gereja, setelah terungkap luasnya kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh rohaniwan serta upaya sejumlah petinggi Gereja menutup-nutupi kasus tersebut di berbagai negara.

Sebuah laporan tahun 2021 menemukan bahwa sekitar 330.000 anak telah menjadi korban kekerasan seksual oleh pastor Katolik maupun orang awam yang bekerja di lingkungan Gereja di Prancis antara 1950 dan 2020.

Meski tidak secara langsung menyinggung persoalan tersebut dalam misanya di Lourdes, Paus Leo meminta para rohaniwan untuk bersikap rendah hati dan mengakui kesalahan.

"Mengakui kesalahan kita sangat penting bagi pertumbuhan rohani kita," kata Leo kepada para hadirin. "Untuk menyembuhkan luka mendalam, pengkhianatan terhadap kepercayaan, dan kesalahan menyakitkan yang telah terjadi di dalam Gereja, kita harus dengan rendah hati menempatkan diri di hadapan Tuhan dan membiarkan diri kita dimurnikan."

Namun, sejumlah penyintas meragukan kunjungan Paus akan segera membawa perubahan besar di tubuh Gereja.

"Perubahannya berjalan sangat lambat," kata Michele Le Reun-Gaigne, salah satu pemimpin organisasi penyintas kekerasan seksual di Prancis, kepada kantor berita Reuters. "Perubahan tidak akan terjadi dalam semalam."

Paus serukan 'kewaspadaan' saat bertemu para uskup

Sebelumnya pada Minggu, Paus bertemu dengan para uskup Prancis dan memuji langkah "berani" yang mereka ambil dalam menangani "momok menyakitkan berupa kekerasan terhadap anak di bawah umur, baik yang dilakukan anggota rohaniwan maupun yang terjadi di lingkungan Gereja."

Ia berterima kasih kepada para uskup atas upaya mereka mendengarkan para korban, mencari kebenaran, menegakkan keadilan, meminta pengampunan, dan memperbaiki kesalahan. Ia juga memuji komitmen kuat mereka untuk membangun sistem pencegahan dan perlindungan agar kejahatan serupa tidak terulang.

"Kalian harus terus melanjutkan jalan yang telah dimulai dan tetap waspada sepenuhnya," kata Paus kelahiran Amerika Serikat itu, menurut keterangan resmi Vatikan.

Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara

Editor: Yuniman Farid

width="1" height="1" />

Simak juga Video 'Warga Argentina Antusias Sambut Kedatangan Paus Leo Pada November Ini':




(nvc/nvc)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork