Uni Eropa Percepat Kesepakatan Dagang dengan Asia Tenggara

Uni Eropa Percepat Kesepakatan Dagang dengan Asia Tenggara

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 17:55 WIB
Filipina merupakan salah satu dari banyak negara ASEAN yang berupaya menjalin hubungan lebih erat dengan Uni Eropa (Ezra Acayan/AFP)
Filipina merupakan salah satu dari banyak negara ASEAN yang berupaya menjalin hubungan lebih erat dengan Uni Eropa (Ezra Acayan/AFP)
Brussels -

Uni Eropa (UE) dan sejumlah negara Asia Tenggara kini mendekati tahap akhir perundingan kesepakatan perdagangan bilateral. Jika tenggat waktu yang ada saat ini terpenuhi, UE akan memiliki kesepakatan dengan enam dari 11 negara ASEAN pada pertengahan tahun depan.

Perjanjian perdagangan bebas dengan Singapura dan Vietnam sudah berlaku. Sementara itu, negosiasi dengan Indonesia telah selesai dan Jakarta menargetkan penandatanganan kesepakatan pada Oktober, dengan implementasi ditargetkan mulai awal 2027.

Perundingan dengan Thailand, yang dimulai kembali pada 2023, telah memasuki putaran kesembilan. Sementara Malaysia melanjutkan kembali negosiasi pada awal 2025 setelah terhenti selama 13 tahun. Keduanya diperkirakan rampung pada akhir tahun ini atau awal 2027.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal pekan ini, UE dan Filipina juga mengumumkan telah mencapai "kesepakatan substansial" mengenai perjanjian perdagangan bebas. Kesepakatan tersebut kini diarahkan untuk difinalisasi secara resmi dalam beberapa bulan mendatang.

Perdagangan melonjak dalam satu dekade

Berbicara kepada DW, Chris Humphrey, Direktur Eksekutif EU-ASEAN Business Council, mengatakan keterlibatan UE dengan ASEAN dalam perdagangan dan investasi kini berada pada "tingkat tertinggi sepanjang masa".

ADVERTISEMENT

Perdagangan barang antara UE dan Asia Tenggara mencapai 274,9 miliar euro atau sekitar Rp5.610 triliun tahun lalu. Angka ini naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan lebih dari 50 persen dibandingkan 177,9 miliar euro pada 2016, menurut data UE.

ASEAN kini menjadi mitra dagang barang terbesar ketiga UE di luar Eropa, setelah Amerika Serikat dan China.

Pekan ini, Manila menjadi tuan rumah ASEAN-EU Business Summit serta pertemuan ke-22 para menteri ekonomi ASEAN dan komisaris perdagangan UE. Kedua blok berkomitmen memperkuat kerja sama untuk menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk kebijakan perdagangan sepihak dan konflik regional yang "secara kolektif mengancam tatanan internasional berbasis aturan."

Mengapa Asia Tenggara penting bagi Eropa?

Brussels tengah memperluas jaringan kesepakatan perdagangannya di berbagai negara untuk membuka pasar baru sekaligus membangun rantai pasok yang lebih tangguh.

Asia Tenggara berada di pusat rantai pasok untuk semikonduktor, elektronik, kendaraan listrik, dan baterai. Investasi juga terus mengalir ke sektor pusat data, energi terbarukan, dan layanan digital.

Sebuah artikel International Monetary Fund (IMF) yang diterbitkan bulan ini menyebut 11 negara ASEAN telah membentuk blok ekonomi senilai 4,5 triliun dolar AS, dengan pertumbuhan lebih dari 4,5 persen per tahun.

Pertumbuhan ekonomi tersebut, ditambah upaya perusahaan multinasional untuk mendiversifikasi produksi di luar China, membuat akses ke pasar Asia Tenggara semakin menarik bagi perusahaan-perusahaan Eropa.

Alfred Gerstl, pakar hubungan internasional Indo-Pasifik dari Universitas Wina, mengatakan kepada DW bahwa perubahan geopolitik dan geoekonomi turut mempercepat kerja sama antara kedua kawasan.

Menurutnya, kebijakan perdagangan proteksionis dan tidak menentu Presiden AS Donald Trump menjadi salah satu pendorong utama. Sementara itu, strategi UE untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap China dan mendiversifikasi rantai pasok semakin meningkatkan arti penting strategis Asia Tenggara.

Kemitraan yang lebih kuat dengan Eropa juga membantu negara-negara Asia Tenggara mendiversifikasi hubungan ekonominya, sehingga tidak terlalu bergantung pada Cina, Amerika Serikat, atau satu mitra tertentu.

Perusahaan UE dorong kesepakatan

EU-ASEAN Business Council, kata Humphrey, mendorong pembentukan kerangka ekonomi antarkawasan yang memiliki jalur jelas menuju kesepakatan perdagangan bebas antara UE dan ASEAN.

"Ini dapat dilakukan dengan pendekatan modular, misalnya dimulai dengan Perjanjian Perdagangan Digital dan Perjanjian Perlindungan Investasi antarkawasan," kata Humphrey kepada DW.

Gagasan tersebut sebenarnya bukan hal baru. UE dan ASEAN memulai negosiasi untuk kesepakatan antarkawasan pada 2007. Namun, perundingan terhambat oleh besarnya perbedaan kondisi ekonomi negara-negara ASEAN serta perbedaan pandangan mengenai cakupan kesepakatan.

Kedua pihak sepakat membekukan perundingan pada 2009. Setelah itu, Brussels beralih ke negosiasi bilateral dengan masing-masing negara anggota ASEAN.

Hingga kini, perbedaan tersebut masih menjadi tantangan utama. ASEAN mencakup Singapura, salah satu negara dengan ekonomi terkaya di dunia, serta negara-negara berkembang dan negara paling kurang berkembang. Kondisi ini membuat kedua pihak sulit menyepakati komitmen bersama yang dapat diterima Brussels.

"Selain itu, memenuhi standar sosial, ketenagakerjaan, dan lingkungan UE yang tinggi juga sulit bagi negara-negara ASEAN yang kurang berkembang," kata Gerstl.

Apakah Komisi Eropa siap memperluas kerja sama?

Meski belum ada prospek langsung untuk mencapai kesepakatan penuh antarkawasan, penyelesaian sejumlah kesepakatan bilateral yang tengah dinegosiasikan akan memberi UE akses perdagangan preferensial dengan sebagian besar ekonomi terbesar ASEAN. Hal ini juga menunjukkan bahwa Asia Tenggara semakin mendapat tempat dalam agenda perdagangan Brussels.

Namun bagi Humphrey, kesepakatan bilateral tersebut seharusnya menjadi titik awal, bukan tujuan akhir. Ia khawatir Komisi Eropa belum bersedia melangkah menuju kesepakatan antarkawasan.

"Tahun 2027 menandai 50 tahun hubungan UE-ASEAN. Kami berharap Komisi Eropa akan menganggap tonggak ini penting dan meningkatkan upaya membangun arsitektur ekonomi antarkawasan," katanya.

"Jika tidak, ASEAN akan menganggap UE tidak serius terhadap kawasan ini."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Cinta Zanidya

Editor: Yuniman Farid

Tonton juga video "Uni Eropa Kucurkan USD 1 M untuk Pembangunan Gaza"

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini