Pertemuan Trump-Xi Jinping: Dari Jamuan Mewah hingga Isu Taiwan

Pertemuan Trump-Xi Jinping: Dari Jamuan Mewah hingga Isu Taiwan

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 17:06 WIB
Donald Trump dan istrinya, Melania, menjamu Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan (Evelyn Hockstein/REUTERS)
Donald Trump dan istrinya, Melania, menjamu Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan (Evelyn Hockstein/REUTERS)
Washington DC -

Donald Trump menggelar karpet merah untuk menyambut pemimpin China Xi Jinping. Usai menggelar pertemuan puncak, keduanya menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang mewah dan saling bersulang. Sejumlah petinggi perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat juga hadir dalam jamuan tersebut.

Dalam jamuan di Gedung Putih pada Kamis (25/09) itu, Trump kembali melontarkan pujian kepada Xi.

"Presiden Xi dan saya sama-sama memahami bahwa kami mewakili sistem yang berbeda, tetapi ikatan antara rakyat kami tetap kokoh, dan hubungan kami belum pernah sebaik ini," kata Trump dalam pidato sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, "bersama-sama, kita dapat terus membangun hubungan yang mendorong kemakmuran dan keamanan bagi generasi mendatang."

Xi dalam sambutannya mengatakan bahwa "Presiden Trump telah berjanji untuk membuat Amerika hebat kembali" dan "China berkomitmen untuk mencapai kebangkitan nasional yang agung."

ADVERTISEMENT

"Kedua tujuan ini sama-sama ambisius dan pasti dapat saling memperkuat," kata Xi.

Sebelumnya, pembicaraan Trump dan Xi turut menyinggung sejumlah isu, termasuk ketegangan terkait Taiwan, perdagangan, dan AI.

Bos teknologi AS hadiri jamuan, CEO China absen

Selain para kepala negara dan pasangan mereka, jamuan makan malam kenegaraan itu turut dihadiri sejumlah nama besar dari industri teknologi.

Pendiri Amazon Jeff Bezos, CEO Tesla Elon Musk, CEO Google Sundar Pichai, CEO OpenAI Sam Altman, Presiden OpenAI Greg Brockman, serta Chairman dan CEO Dell Technologies Michael Dell termasuk dalam daftar tamu.

Kehadiran para bos teknologi ini bukan yang pertama. Kelompok pemimpin perusahaan teknologi serupa juga mendampingi Trump dalam kunjungan kenegaraannya ke China pada Mei. CEO Nvidia Jensen Huang, mantan CEO Apple Tim Cook, serta Musk turut menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Presiden China di Aula Besar Rakyat.

Namun, tidak ada CEO perusahaan China dalam daftar tamu jamuan di Washington. Menurut para ahli, kehadiran perusahaan-perusahaan China di AS berpotensi memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Associated Press melaporkan bahwa pihak AS dan China sempat membahas kemungkinan melibatkan sejumlah perusahaan besar China dalam kunjungan tersebut. Namun, salah satu kendalanya adalah lambatnya pihak AS mengusulkan protokol serta menentukan peran yang akan dijalankan para CEO China selama kunjungan kenegaraan.

Meski dihadiri sejumlah tokoh bisnis ternama, hanya sedikit kesepakatan besar yang diumumkan, seperti yang juga terjadi saat kunjungan Trump ke China.

Trump sebut pertemuan dengan Xi 'luar biasa'

Donald Trump memberikan komentar singkat kepada wartawan usai menggelar pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.

Saat mengantar Xi menuju helikopter kepresidenan Marine One untuk tur singkat, Trump menanggapi pertanyaan wartawan dengan mengatakan, "Kami menjalani pertemuan yang luar biasa."

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dan Menteri Luar Negeri Wang Yi. Dari pihak AS, hadir Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Menteri Keuangan Scott Bessent.

Xi kemudian meninggalkan Gedung Putih usai pertemuan dan dijadwalkan kembali untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.

Xi tegaskan kepada Trump posisi China soal Taiwan

Presiden China Xi Jinping menegaskan posisi Beijing terkait Taiwan dalam pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.

Menurut Xinhua, Xi berharap Amerika Serikat tetap menentang "kemerdekaan Taiwan" dan menangani persoalan Taiwan dengan "hati-hati."

Xi juga disebut mengatakan kepada Trump bahwa posisi China dalam menjaga persatuan nasional dan integritas teritorialnya "sangat jelas."

AS memiliki posisi yang kompleks terkait Taiwan. Di satu sisi, Washington menjadi penjamin keamanan terpenting bagi pulau tersebut. Namun, AS tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan dan tidak mengakuinya sebagai negara merdeka, sejalan dengan kebijakan "satu China" yang menjadi dasar hubungan diplomatik Beijing dengan negara-negara mitranya.

Dalam pertemuan itu, Xi juga dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa China akan mendukung upaya AS dan Iran untuk kembali ke meja perundingan "sesegera mungkin," setelah konfrontasi angkatan laut di Teluk Persia berlangsung jauh melampaui tenggat enam bulan.

Protes kunjungan Xi di Washington

Ratusan demonstran berkumpul di pusat kota Washington, dekat Gedung Putih, untuk memprotes kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat.

Mereka menyuarakan sejumlah isu, mulai dari tuntutan kebebasan beragama dan otonomi di Tibet, Hong Kong, dan Xinjiang, hingga desakan agar China tidak mencampuri urusan Taiwan.

Massa berkumpul di Lafayette Park, sebelah utara Gedung Putih, sementara kelompok lainnya menggelar aksi di luar Kedutaan Besar China. Di Washington, aksi yang mendukung kunjungan Xi juga digelar.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Levie Wardana

Tonton juga video "Trump di Depan Xi Jinping: Hubungan Kami Ada di Titik Terbaik"

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini