Siapa Saja Pemimpin Dunia yang Absen di Sidang Umum PBB ke-81?

Siapa Saja Pemimpin Dunia yang Absen di Sidang Umum PBB ke-81?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 11:02 WIB
Deretan kursi kosong di Sidang Umum PBB tahun ini, banyak kepala negara atau pemerintahan yang tidak hadir dalam pertemuan tahunan PBB ke-81 tahun ini (Shannon Stapleton/REUTERS)
Deretan kursi kosong di Sidang Umum PBB tahun ini, banyak kepala negara atau pemerintahan yang tidak hadir dalam pertemuan tahunan PBB ke-81 tahun ini (Shannon Stapleton/REUTERS)
New York City -

Para pemimpin negara seperti Donald Trump, Recep Tayyip Erdogan, dan Emmanuel Macron mungkin tidak akan melewatkan panggung internasional penting seperti Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 81 atau UNGA81 ini saat kepala pemerintahan seluruh dunia berkumpul di New York. Pasalnya pidato yang mereka sampaikan akan jadi perhatian dunia.

Oleh karenanya, menarik untuk menilik mereka yang tidak memanfaatkan kesempatan ini. Berikut adalah beberapa kepala negara yang memutuskan untuk tidak hadir beserta alasannya.

Jerman: Friedrich Merz

Kanselir Jerman sebenarnya ingin tampil lebih menonjol di panggung internasional sebagai "Kanselir yang aktif membangun hubungan internasional". Namun, politik dalam negeri kembali menggagalkan rencana tersebut di masa kedua jabatannya: Tiga negara bagian Jerman telah menyelenggarakan pemilu daerah. Dari ketiga pemilu tersebut Merz, sebagai Kanselir Federal sekaligus Ketua partai CDU kini berada di bawah tekanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Sachsen-Anhalt dan Berlin, partai CDU jelas-jelas mengalami kekalahan telak, sedangkan di Mecklenburg-Vorpommern, partai Merz bahkan tidak lolos ke parlemen negara bagian, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah Republik Federal Jerman.

Merz harus menangani krisis ini dan nampaknya ia tidak ingin memberikan kesempatan pada para lawan politiknya untuk merencanakan pemberontakan saat ia tidak ada. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dikirim sebagai perwakilan.

ADVERTISEMENT

Italia: Giorgia Meloni

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berada dalam posisi yang jauh lebih stabil di pemerintahan dibandingkan Merz. Meskipun demikian, ia menyatakan perlunya menangani urusan dalam negeri minggu ini: Segera setelah KTT NATO awal Juli, Meloni menyatakan bahwa ia baru saja menghadiri beberapa pertemuan puncak internasional dan memiliki kewajiban untuk menangani berbagai isu dalam negeri Italia. Ia mengirim Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, untuk mewakilinya.

Afrika Selatan: Cyril Ramaphosa

Presiden Afrika Selatan juga baru saja menghadiri pertemuan puncak internasional yakni KTT BRICS di India. Alasan ketidakhadirannya di Sidang Umum PBB (UNGA) berkaitan dengan kesehatannya. Ramaphosa mengikuti saran medis untuk beristirahat. Kantornya tidak mengungkap secara rinci apa yang menyebabkan kondisi kesehatannya terganggu. Mewakili Afrika Selatan, Menteri Luar Negeri, Ronald Lamola, akan berbicara di podium PBB.

Mesir: Abdel Fattah al-Sisi

Selain Afrika Selatan, kepala negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua dan ketiga di Afrika turut absen. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi akan diwakili oleh Perdana Menteri Mostafa Madbouly. Kantor presiden tidak memberikan alasan mengenai hal ini. Pada tahun-tahun awal masa jabatannya, sejak 2014, al-Sisi secara rutin menghadiri Sidang Umum PBB.

Pada tahun 2020, acara tersebut diselenggarakan secara daring akibat pandemi COVID-19. Pada tahun berikutnya, acara tersebut diselenggarakan secara hibrid, di mana al-Sisi menyumbang pesan video yang telah direkam. Ketika Sidang Umum kembali diselenggarakan secara luring pada tahun-tahun berikutnya, ia tidak lagi hadir.

Nigeria: Bola Tinubu

Presiden Nigeria, Bola Tinubu, sebagai tokoh berpengaruh ketiga dari Afrika tidak hadir di Sidang Umum PBB tahun ini. Mengutip media Nigeria, juru bicara presiden mengatakan bahwa negara Afrika Barat tersebut akan diwakili sepenuhnya dan secara efektif oleh Wakil Presiden Kashim Shettima. Tinubu dikabarkan sedang berlibur sejak akhir Agustus. Awalnya ia berada di Inggris, kini ia melanjutkan perjalanannya ke Prancis.

India: Narendra Modi

Perdana Menteri India Narendra Modi jarang hadir dalam Sidang Umum PBB: Terakhir kali ia berpidato di podium New York adalah pada tahun 2021. Namun sejak saat itu, negara demokrasi terbesar di dunia ini selalu mengirim Menteri Luar Negerinya, Subrahmanyam Jaishankar. Sementara itu, menurut media India, Modi bahkan sempat masuk dalam daftar pembicara tahun ini. Alasan mengapa rencana tersebut berubah, tidak diketahui.

China: Xi Jinping

Ketidakhadiran Presiden China, Xi Jinping, memberikan ruang interpretasi yang sangat luas. Pasalnya, Xi melakukan perjalanan melintasi Samudra Pasifik ke bagian timur Amerika Serikat, tapi tidak menghadiri sidang PBB melainkan ke Washington yang berjarak sekitar 300 kilometer dari sana untuk melakukan kunjungan kenegaraan penuh termasuk memenuhi undangan jamuan makan malam Gedung Putih.

Meski begitu, Beijing tidak menyebutnya secara eksplisit, kesamaan waktu ini seolah memberi kesimpulan: Xi memprioritaskan diplomasi adidaya dibanding multilateralisme PBB. Hal ini terkait hubungan perdagangan kedua negara, transparansi di bidang AI , serta keamanan Taiwan.

Rusia: Vladimir Putin

Hampir sama jarangnya dengan Xi Jinping, Kepala Negara Rusia Vladimir Putin juga belum pernah tampil di podium pidato Majelis Umum PBB. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa tahun ini pula Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang akan berbicara mewakili Federasi Rusia di sana. Hal ini bahkan telah ditetapkan Putin melalui dekrit presiden yang dikeluarkannya tahun ini, tanpa menyebut alasannya.

Indonesia: Prabowo Subianto

Kemenlu RI menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto akan berada di dalam negeri untuk berfokus pada urusan domestik. Kementerian tersebut menekankan bahwa ketidakhadiran presiden tidak menyurutkan komitmen Jakarta akan komitmen pada PBB dan diplomasi multilateral. Kehadiran Prabowo diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Tahun lalu, daam UNGA ke-80 Presiden Prabowo menyampaikan pidato 19 menit. Dalam pidatonya ia menyebut solidaritas, kemanusiaan, dan perdamaian antar bangsa. Ia pun turut menyinggung pentingnya negara-negara mengakui kedaulatan Palestina dan two state solution, "Indonesia akan memastikan keamanan Israel jika Israel mengakui kedaulatan Palestina." Setelah UNGA, Prabowo pun bergabung dengan 8 negara lainnya dalam rencana perdamaian Gaza yang digagas Presiden AS, Donald Trump, dalam Board of Peace.

Dalam rangkaian pertemuan ini UNGA ke-81 tahun ini, Menlu RI beserta delegasi dijadwalkan menghadiri sekitar 22 pertemuan atau agenda kegiatan, termasuk General Debate. "Pesan utama Indonesia dalam debat tersebut adalah pentingnya penguatan ketahanan nasional dan regional untuk mewujudkan ketahanan global," jelas Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang, dikutip dari detik.com dan the Jakarta Post.

Palestina: Mahmud Abbas

Dibandingkan tokoh-tokoh yang disebutkan di atas, ada yang sudah berpengalaman, yakni Mahmud Abbas, Presiden Palestina yang menjabat sejak 2005 ini telah lama menjadi sosok yang rutin hadir di Sidang Umum PBB, hingga masa jabatan kedua Donald Trump. Pemerintahan Trump menolak untuk memberikan visa diplomatik kepada Abbas tahun lalu dan tahun ini.

Sebenarnya, AS telah berkomitmen dalam Perjanjian Markas Besar PBB tahun 1947 untuk memungkinkan perwakilan asing mengakses markas besar PBB. Presiden Iran Masoud Pezeschkian pun dapat berpidato di New York, meskipun AS baru-baru ini membombardir negaranya.

Dalam kasus Palestina, Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebut bahwa sanksi akan diperpanjang, "bagi anggota Organisasi Pembebasan Palestina dan Otoritas Otonomi Palestina".

Meskipun demikian, Abbas berencana melakukan hal yang sama seperti tahun lalu untuk menyampaikan pesan melalui video kepada para kepala negara dan pemerintahan yang berkumpul di auditorium sidang tersebut.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini