Pada Selasa (15/09), rangkaian konser Loop Tour Ed Sheeran di benua Amerika diliputi kontroversi. Sejumlah musisi pendamping mundur satu demi satu setelah nama rapper Macklemore dicoret dari daftar konser.
Sehari sebelumnya, Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan dari tur karena aksi solidaritasnya kepada Palestina. Hari ini, Ed Sheeran menegaskan bahwa keputusan itu bukan berasal darinya, melainkan dari promotor tur.
Daftar musisi yang mengundurkan diri
Musisi asal Irlandia, Aaron Rowe, dan grup pengiring musik tradisional Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka dari tur tersebut. Langkah serupa juga diambil oleh musisi asal Denmark, Lukas Graham, dan penyanyi Amerika Serikat, Finneas, yang merupakan saudara Billie Eilish.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela orang-orang yang tertindas," kata Finneas melalui Instagram.
"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jadwal tur saya bersama Ed Sheeran yang akan datang. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya," lanjutnya.
Rowe mengatakan bahwa ia tidak "mengambil keputusan ini dengan mudah". Ia juga menekankan hubungan pertemanannya dengan Ed Sheeran, yang ia ucapkan terima kasih karena telah "mengubah hidupnya".
"Namun, sebagai orang Irlandia, kami sangat memahami genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan dengan kekerasan," tulisnya di Instagram.
Beoga juga menyinggung latar belakang mereka sebagai orang Irlandia.
"Kami adalah orang Irlandia yang memahami kolonialisme. Kami adalah band tradisional Irlandia yang tidak pernah membayangkan akan tampil di stadion sebesar itu dan kami tidak mengabaikan besarnya kesempatan tersebut," lanjut mereka.
Lukas Graham juga menyebut pengunduran diri itu sebagai keputusan yang sulit.
"Uang tidak memberi seseorang hak untuk menguasai percakapan. Kekayaan seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui." Pernyataan itu tampaknya merujuk pada peran miliarder Robert Kraft dalam keputusan mengeluarkan Macklemore dari konser.
Mengapa Macklemore dikeluarkan dari konser Ed Sheeran?
Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan dari Loop Tour setelah meneriakkan "Free Palestine!" saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 5 September lalu.
Saat itu, ia membawakan lagu berjudul Hind's Hall. Lagu tersebut berkisah tentang Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 5 tahun yang tewas dalam perang Gaza pada tahun 2024. Sebelum meninggal, rekaman panggilan teleponnya dengan petugas medis sempat tersebar luas setelah keluarganya terbunuh. Bulan lalu, militer Israel memerintahkan penyelidikan kriminal terkait kematiannya.
"Untuk seluruh saudara-saudari Yahudi saya, kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap kalian," kata Macklemore dalam konser tersebut.
Para pejabat Israel secara konsisten menolak tuduhan bahwa negara itu melakukan genosida di Gaza.
Pada Senin (14/09), Macklemore mengatakan bahwa beberapa lokasi konser di Amerika Serikat tempat tur itu akan digelar telah memberi tahu promotor bahwa mereka tidak akan mengizinkannya menjadi pembuka konser Ed Sheeran. Ia juga menuduh pemilik Stadion Gillette, Robert Kraft, telah menggalang dukungan untuk menentangnya.
Pada hari yang sama, Kraft mengatakan keputusan membatalkan penampilan Macklemore akhirnya ditentukan karena komentar-komentar terbarunya serta "riwayat pernyataan dan penggunaan simbol antisemit yang lebih luas, yang kami yakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi."
Sementara itu, Ed Sheeran berusaha menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keputusan tersebut.
"Macklemore dikeluarkan dari Loop Tour adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya," tulisnya.
"Saya tidak akan pernah mengecewakan penggemar yang telah membuat rencana, maupun meninggalkan kru konser dan musisi pendamping lainnya yang bergantung pada saya untuk bekerja dan mencari nafkah," lanjutnya.
Penyanyi asal Inggris itu juga menegaskan bahwa ia tidak akan memihak dalam konflik Israel-Palestina.
"Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan mempertahankan percakapan agar tetap terbuka, bukan tertutup," ujarnya.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Brenda Nursalim
Editor: Hani Anggraini
Lihat Video Pil Pahit Ed Sheeran Usai Depak Macklemore: Ditinggal Finneas Cs










































