Manuver Kekuatan di Arktik, Uni Eropa Cari Strategi Baru

Manuver Kekuatan di Arktik, Uni Eropa Cari Strategi Baru

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 15 Sep 2026 13:47 WIB
Manuver Kekuatan di Arktik, Uni Eropa Cari Strategi Baru
Jakarta -

Dikenal sebagai "Gerbang menuju Arktik," Kota Rovaniemi di Finlandia terletak tepat di Lingkar Arktik. Hutan-hutannya sedang berwarna-warni oleh nuansa musim gugur ketika para pemimpin Eropa berkumpul atas undangan Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo untuk membahas strategi baru Uni Eropa (UE) di kawasan Arktik. Perubahan iklim dan perang Rusia melawan Ukraina telah mendorong kawasan Kutub Utara ke pusat perhatian Eropa.

"Ada kebutuhan yang sangat besar akan tindakan nyata dari Uni Eropa di Arktik," kata Orpo. "Lingkungan keamanan kita telah berubah secara mendasar. Arktik telah muncul sebagai arena utama persaingan kekuatan besar."

PM Orpo juga menambahkan bahwa kekayaan alam di Arktik "menarik minat" banyak pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lingkungan keamanan yang berubah di Kutub Utara

Perubahan lingkungan keamanan menjadi tema utama sepanjang pertemuan puncak ini. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memperingatkan bahwa Rusia sedang membuka kembali pangkalan militer Soviet di kawasan itu dan menggelar latihan rudal di Kutub Utara.

"Kami juga melihat bahwa Cina semakin tertarik dengan kawasan ini, jadi kami harus tetap waspada," kata Kallas.

ADVERTISEMENT

Para pemimpin berkumpul di pangkalan angkatan udara paling utara Finlandia, menatap langit biru tanpa awan saat jet tempur Finlandia mengudara dalam sebuah demonstrasi. Isu keamanan ditempatkan sebagai inti diskusi oleh PM Orpo. Dari Rovaniemi, Angkatan Udara Finlandia memantau langit di sepanjang perbatasan Arktik Eropa dengan Rusia, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang hadir meski menghadapi tekanan politik besar di dalam negeri, menggambarkan kawasan ini sebagai titik yang semakin penting bagi keamanan Eropa. "Kawasan ini telah menjadi titik panas geopolitik. Rusia membangun kemampuan militernya di sini dan... menggunakan kehadirannya untuk aktivitas hibrida setiap hari."

Merz menambahkan bahwa Arktik bukan hanya soal keamanan, tapi juga menawarkan peluang ekonomi besar, terutama terkait bahan baku penting.

Konfrontasi menggantikan kerja sama

"Sejak era Putin, Rusia telah mengembangkan kapasitas militernya di mana-mana, begitu juga di Arktik," kata Timo Koivurova dari Pusat Arktik di Universitas Lapland.

Selama bertahun-tahun, negara-negara Barat masih terus bekerja sama dengan Moskow dalam penelitian ilmiah dan isu iklim. Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina mengakhiri era itu. Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO sebagai konsekuensi langsung dari perang. Perbatasan Finlandia sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia kini juga menjadi perbatasan NATO, yang secara fundamental mengubah lanskap keamanan di Eropa utara.

Komisi Eropa berencana memperbarui Strategi Arktik 2021 paling cepat pada Oktober 2026. Deklarasi bersama pertemuan puncak ini menyerukan investasi lebih besar dalam mobilitas militer, konektivitas lintas batas, dan infrastruktur penting di kawasan paling utara UE, termasuk jaringan transportasi, jaringan digital, dan teknologi satelit.

Koivurova mengatakan fokus Rusia saat ini pada Ukraina menyedot kapasitas militernya.

"Namun, jelas bahwa ketika perang itu berakhir, dan suatu hari itu akan berakhir, akan ada banyak investasi dari Rusia, kemungkinan besar juga di kawasan utara, karena kawasan itu sangat penting bagi keamanan keseluruhannya," kata Koivurova kepada DW.

Amerika Serikat terus menekan

Arktik juga terdampak oleh ketegangan di antara mitra-mitra Barat, kata Koivurova. Ia berpendapat bahwa usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Kanada dan Greenland telah meregangkan kerja sama di antara sekutu-sekutu Arktik.

"Usulan Trump menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat, atau pembelian Greenland, ini benar-benar menjadi masalah besar bagi hubungan kerja sama di antara negara-negara Barat di kawasan Arktik," kata Koivurova. "Itu semacam faktor penekan tambahan bagi kerja sama tata kelola Arktik."

Pengamat senior Arktik, Markku Heikkila, percaya kawasan ini semakin terpecah.

"Menurut saya, Arktik kini perlahan terbagi menjadi tiga bagian," kata Heikkila kepada DW.

Ia mengatakan Rusia membentuk satu blok, sementara negara-negara seperti negara anggota UE, Norwegia, Islandia, dan Kanada terus membela tatanan internasional berbasis aturan, aksi iklim, dan hak-hak masyarakat adat.

"Secara resmi, posisi AS kini sangat berbeda dari sebelumnya," kata Heikkila.

Perubahan iklim mengubah wajah Arktik

Di saat yang sama, perubahan iklim mengubah Arktik lebih cepat dari kawasan mana pun di Bumi. Para ilmuwan memperkirakan Samudra Arktik bagian tengah akan hampir sepenuhnya bebas es selama musim panas antara tahun 2040 hingga 2050.

Seiring menyusutnya lapisan es laut, kawasan ini memperoleh nilai strategis yang semakin besar. Munculnya rute pelayaran baru secara signifikan memperpendek jarak antara pusat-pusat perdagangan utama dunia, menciptakan peluang ekonomi dan geopolitik baru, menurut Koivurova.

Namun, kebijakan iklim telah menjadi sumber perselisihan lain antara Amerika Serikat dan banyak mitra Arktiknya.

"Perubahan iklim tentu saja merupakan hal yang sangat penting di Arktik. Kawasan ini memanas empat kali lebih cepat dibanding rata-rata global. Jadi segala sesuatu yang kita lakukan di Arktik saat ini, satu cara atau yang lain, berkaitan dengan perubahan iklim," kata Koivurova.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pemerintahan Trump berdampak signifikan pada kerja sama internasional, termasuk dalam Dewan Arktik: "AS saat ini menghambat setiap penyebutan perubahan iklim. Itu tentu saja perubahan yang sangat, sangat besar."

Orpo: "Kita harus memperkuat ketahanan Arktik"

Di penghujung pertemuan puncak, PM Orpo menyerukan investasi lebih besar untuk memperkuat ketahanan kawasan.

"Kita harus memperkuat ketahanan Arktik melalui investasi strategis dalam infrastruktur Arktik, jaringan transportasi serba guna, bahan baku penting, kapal pemecah es, dan inovasi teknologi," kata Orpo.

Rovaniemi dikenal di seluruh dunia sebagai kampung halaman Sinterklas. Tidak jauh dari museum dan pusat sains "Arktikum" tempat para pemimpin bertemu, terdapat Santa Claus Village, rumah bagi Kantor Pos Sinterklas resmi yang tetap buka sepanjang tahun. Pengunjung bahkan bisa bertemu langsung dengan sang Sinterklas. Apakah ada peserta pertemuan puncak yang mampir ke sana, dan jika iya, apa yang mereka inginkan, tetap menjadi misteri.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Hani Anggraini

Tonton juga video "Uni Eropa Kucurkan USD 1 M untuk Pembangunan Gaza"

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini